Home / Inforexnews / BI Ingin Uang Transaksi Digital Disimpan Di Bank Dalam Negeri
BI

BI Ingin Uang Transaksi Digital Disimpan Di Bank Dalam Negeri

INFOREXNEWS – Bank Indonesia (BI) akan mewajibkan para pelaku usaha yang menjadikan jasa layanan keuangan digital atau financial technology (fintech) untuk memiliki badan hukum di Indonesia. Selain itu, BI juga akan mewajibkan perusahaan tersebut untuk bertransaksi dalam bentuk rupiah dan dananya akan disimpan di bank dalam negeri.

Gubernur BI Agus Marto Wardojo mengatakan bahwa jika ada transaksi yang dilakukan oleh fintech apakah itu deposito, pinjaman, penggalangan modal serta apakah sifatnya payment atau settlement clearing itu, jikalau ada uang, uang itu harus disimpan di Bank Indonesia. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar uang hasil transaksi tetap beredar dalam negeri dan bisa menggerakkan perekonomian Indonesia.

Tanpa adanya aturan tersebut, dikhawatirkan perusahaan layanan pembayaran digital seperti PayPall dan eBay bisa menempatkan dananya di luar Indonesia, meskipun perusahaan tersebut melakukan transaksi di Indonesia. Dalam kondisi ini, jelas bahwa hal tersebut memberikan kerugian karena uang hasil transaksi “dibawa kabur” ke luar negeri. Selain itu, ada juga transaksi yang harus dalam bentuk rupiah. Menurut Agus, ini bakal menjadi aturan yang mempertegas UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015.

About leonardo

Check Also

gold

Menjelang Laporan Data Ekonomi AS, Emas Coba Rebound

Pergerakan emas kini telah terpantau untuk mencoba menguat lagi seiring adanya penguatan dollar AS menjelang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »