Home / Motivasi / Forex Is Business
FOREX IS BUSINESS

Forex Is Business

Forex adalah bisnis

Sebelumnya saya sedikit gerah dengan berbagai statement trading itu mudah yang tidak dijabarkan dengan penjelasan fakta yang sebenarnya. Terkadang para pelaku dunia investasi forex sering melebih-lebihkan kemudahan dalam mengambil jalan sebagai seorang trader forex. Saya pernah menulis dalam blog saya bahwa forex itu adalah bisnis yang cukup mudah untuk dimulai. Ibarat kalau anda ingin membangun sebuah bisnis, maka anda memerlukan pertimbangan modal, tempat, rancangan design produk serta beberapa hal yang harus menguras otak anda sebelum terjun ke dunia bisnis. Ini cukup bertolak belakang dengan forex, bisnis ini cukup memerlukan koneksi internet, smartphone ataupun laptop serta modal dan anda otomatis bisa menjadi seorang praktisi forex secara instant. Namun kemudahan untuk memulai bisnis forex juga bertolak belakang untuk menjalankan bisnis ini pada perkembangan yang diharapkan.

pelajari lebih lanjut tentang bisnis forex

Sayangnya para pemula biasanya berharap menggandakan uangnya secara signifikan dengan mempertimbangkan bahwa bisnis ini adalah bisnis yang mudah. (rada mirip cerita yang sering kita tertawakan di awal tahun 2000an dimana tersiar kabar para korban yang percaya pada dukun yang bisa menggandakan uang) Pemula berharap dapat melihat gain luar biasa dalam satu hari satu minggu maupun satu bulan. Dia bahkan pernah mendapatkannya dalam beberapa waktu, namun satu pertanyaannya, apakah itu konsisten? Apakah setiap bulan anda mendapatkannya? Apakah selalu semudah itu? Berapa uang yang akan hilang jika terjadi skenario terburuk? Bisakah bisnis ini memenuhi kebutuhan hidup anda sehari-hari? Ataukah tidak ada hasil sama sekali. Penarikan uang anda masih jauh lebih kecil dari setoran dana anda?

Forex terlalu dinamis untuk dijelaskan secara kukuh dalam sebuah sistem. Maka dari itu saya akan mencoba memberikan sudut pandang dari sisi saya dalam menjalankan bisnis ini untuk mencapai tujuan yang saya inginkan. (jika tidak sependapat saya mohon maaf, saya menulis ini hanya sebagai referensi yang dilarang keras untuk ditelan bulat-bulat)

Perkembangan dana saya dimulai saat saya mulai menerapkan mindset trading forex adalah sebuah bisnis. Pada awalnya saya tetap pemula, berspekulasi disana dan disini, mencari-cari kondisi ideal dengan melihat chart harus cepat melakukan transaksi dan menghasilkan profit, yang mengerikan adalah ini dilakukan tanpa rencana. Lot yang ditentukan bersandar pada keinginan, sistem disesuaikan dengan kemasan kata yang menakjubkan, price action. Padahal intinya hanya menebak saat harga sedang naik ikut, harga sedang turun saat ini ikut, saat dia tiba-tiba dengan cepat bergerak melawan posisi saya mulai merasa market seperti tahu transaksi saya, dan akhirnya saya berasumsi bahwa broker melawan posisi saya. itu hanya sebagian dari pengalaman di masa lalu.

pelajari juga mengenai mindset trading

Oke kemudian saya berkembang pada sebuah cara, menggunakan sistem tertentu, biasanya dikenalkan dengan trading plan. Sayangnya trading plan ini hanya berisi titik entry dan titik exit, tidak menyangkut berbagai hal seperti money management maupun proyeksi kegagalan. Trading plan ini lebih condong dalam merencanakan hasil OP per OP.

Setelah lama berkutat dengan trading plan tersebut, walaupun sedikit menghasilkan karena terkadang saya beruntung saat lot besar saya profit, ini tidak lebih dari cara seorang berjudi di market. Yah anggaplah saat itu saya seperti pekerja, mencari makan, dan hidup dari sana saja. cukup atau tidak tergantung dari market. Jika market lagi tidak bersahabat, saya kurang makan, jika market bersahabat saya bisa menikmati hidup. Tidak lebih dari itu. Secara awal, sebenarnya ini tahap pertama menuju pengembangan ke jalan bisnis forex.

Akhirnya semakin berkembang karena mulai jenuh dengan berbagai kekalahan yang herannya muncul saat saya membutuhkan uang, saya menemukan sebuah artikel lama yang sudah tidak terbaca lagi. Forex is business.

Dan saya mereview kembali. (disingkat saja ceritanya kalau tidak bisa jadi sebuah buku)

bisnis forex
bisnis forex

Jika forex adalah bisnis. Maka kita harus berpikir dan menerapkannya seperti bisnis.bAnggaplah anda ingin membangun sebuah home industry pakaian. Anda memerlukan tempat. Jika tidak ada maka anda akan sewa. Maka muncullah biaya sewa. Anda perlu mesin, maka muncullah biaya lain. dan anda butuh bahan baku, tambah biaya lagi. Kemudian setelah semua biaya diperhitungkan. Anda akan menentukan harga pokok penjualan. Supaya dapat dijual dengan tidak merugikan perusahaan yang anda dirikan. Pertimbangan biaya operasional menjadi yang utama. Terus dengan contoh sederhana seperti itu, bagaimana cara kita menerapkannya dalam forex.

Mari kita jabarkan biaya terlebih dahulu

Biaya operasional dalam forex cukup banyak

1. Biaya hidup si trader kita anggap dalam bisnis ini adalah biaya gaji karyawan
2. Biaya internet, biaya penyusutan peralatan seprti smartphone atau laptop (jika tiba2 rusak gmn),
3. Biaya entertaint ini termasuk biaya kita melakukan aktivitas trading di luar rumah yang membutuhkan biaya.
4. Biaya loss (pernahkah anda berpikir ini sebagai biaya pokok?)

Dari sudut pandang sederhana, 4 inti biaya diatas adalah syarat yang harus dikeluarkan oleh seorang trader(semoga setuju). Jika anda sekarang berpenghasilan 5 juta rupiah perbulan. Tentu anda tidak akan berpindah haluan jika penghasilan anda tiba-tiba harus dibawah 5 juta dengan ketidakpastian pula. Ketidakpastian bisnis bisa diterima tapi dengan syarat jika kita bisa mendapatkan hasil diatas pendapatan saat ini. benar bukan?

Biaya internet, sedikit memberatkan jika anda memakai internet sebesar 500rb perbulan dan ternyata hasil trading anda berada dibawah 500rb perbulan. Bayar internet saja tidak cukup apalagi hidup? Mengerikan bukan?
Penyusutan peralatan bagi sebagian orang adalah hal yang sekunder, namun namanya musibah tetap harus di persiapkan sebelum shock saat mengalaminya. HP tiba2 rusak, laptop dibanting anak. Gak bisa trading? Gak lucu hanya karena hal tersebut kita menutup kegiatan bisnis kita untuk beberapa hari/minggu yang berpengaruh pada penghasilan kita.

Nah saat trading diluar kita biasanya mengeluarkan beberapa biaya transport, minum yang berisi kebutuhan sekunder, namun itu adalah kebutuhan penting jika anda sedang melakukan bisnis ini. jadi ini termasuk biaya.

Biaya loss, bagaimana bisa kita memproyeksi biaya loss? Ingat para senior anda selalu meminta anda menentukan loss anda, resiko harus dijaga. Berapa biaya loss anda? Tentunya itu tergantung cara transaksi anda, tergantung hasil portofolio anda selama ini, semua juga tergantung dari modal anda. Gak lucu anda menentukan resiko 100$ padahal modalnya Cuma $10. Yang realistis saja. bagian loss ini cukup membingungkan bagi sebagian orang. Kita saja tidak tahu kapan kita loss? Tapi sebenarnya ada cara yang bisa memproyeksikan loss dari data historis, namun jika dijelaskan akan menjadi buku lagi (alasan klasik si penulis). Maka dari itu, gunakan saja risk management yang sudah terpampang luas dalam internet dan proyeksikan dengan objektif pada akun trading anda.

Proyeksi keuntungan

Jadi setelah anda mencatat jumlah biaya anda, anda bisa membaginya dalam kurun waktu tahunan, tri wulanan, bulanan, mingguan maupun harian. Ini tergantung kurun waktu mana yang akan anda gunakan. Semua tergantung anda.

Dengan melihat biaya tersebut, anda dapat menentukan HPP dalam trading anda. Berapa profit yang harus dicapai? Dengan sistem trading anda saat ini, anda membutuhkan profit di kisaran berapa per trade? Per 100 trade? Atau per hari maupun per bulan. Semua di tentukan sesuai fakta sistem trading anda. Hal ini cukup berat, karena kita memproyeksi semua ini berdasarkan transaksi-transaksi kita di masa lampau dengan asumsi hasilnya sama dengan masa depan. Namun yang paling menganggu adalah memilah transaksi mana yang sebenarnya dilakukan sesuai sistem tading? Mana yang dilakukan diluar sistem trading? Untuk anda yang tidak membuat sebuah jurnal, makan semua itu akan sangat sulit. Tugas anda mungkin mulai saat ini memulai membuat jurnal trading. Dengan proyeksi seperti itu, maka kita akan masuk ke tahap penentuan modal.

Jawablah pertanyaan ini. setelah memproyeksi biaya dan hasil, berapa modal yang masuk akal sesuai dengan proyeksi anda (jika dilakukan sesuai sistem trading anda saat ini?

Setelah menjawab hal tersebut, apakah anda memiliki uang sebesar itu?

Jika iya, apakah uang tersebut dapat mengganggu cashflow hidup anda dalam 1 tahun ke depan?

Akan banyak protes saat pertanyaan menjadi 1 tahun kedepan. Anda bisa merubahnya sesuai keperluan anda. Namun kita menggunakan trading sebagai investasi bukan berspekulasi. Ingatlah hal tersebut. ini cara trading membangun bisnis. Jika berkembang, bisnis anda akan menggurita, jika tidak berkembang, anda mungkin masih bisa bertahan. Tapi jika gagal, anda bangkrut. Namun bangkrutnya sebuah usaha memang terkadang bisa menyisakan modal. Dengan menjual inventory maupun sisa stok yang tidak lagi terjual.

Semua itu tergantung manajemen yang digunakan.

Maka dari itu jika anda ingin berinvestasi dan mengambil karir sebagai trader sampai akhir khayat anda, berpikirlah seperti bisnis.

Apakah kita boleh berspekulasi? Tentu saja boleh, tapi tolong pisahkan segala uang investasi anda dengan uang spekulasi anda. Dan diharapkan dijaga pada level yang tidak lebih dari 10% dari uang investasi anda.

Mungkin begitu cara saya saya untuk mengatakan trading for living.

Dengan begitu saya bisa sedikit lebih lega dalam bertransaksi, tidak ugal-ugalan, dan tetap berada pada tujuan awal saya. mencapai hasil yang cukup untuk membuat saya pensiun dari dunia kerja. (yang secara mandiri bisa hidup dari hasil trading).

Mungkin tulisan ini sedikit bertentangan dengan beberapa penyampaian para trader senior yang anda temui, terkadang anda juga merasa, kenapa saya harus mengikuti pola yang tradingnya masih ada loss? Bukankah para trader di sosial media memperlihatkan mudahnya trading forex hanya dengan screenshoot posisi yang hampir selalu benar? Dan mereka memperlihatkan screenshoot history yang gainnya bukan hanya melebihi inflasi, namun melebihi persen keuntungan perusahaan ternama dunia. Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa mereka semua tidak masuk jajaran orang terkaya di dunia? Mengapa juga mereka tidak masuk jajaran trader wallstreet? Padahal dengan gain yang masuk akal sebesar 19% sampai dengan 30% (yang penting konsisten dan dijaga berada pada level gain rata-rata saham tahunan) mereka sudah dianggap seorang praktisi pasar keuangan yang luar biasa.

Jika anda menganalisa lebih terperinci (jangan sekedar menganalisa market saja) hal yang meragukan justru ada pada ketidakhadiran mereka dalam jajaran trader terbaik dunia. Sedangkan jika anda melihat praktisi institute keuangan yang besar seperti warren buffet “hanya” memiliki rata-rata pencapaian gain per tahun sebesar 20.8 %. Namun rata-rata ini adalah perhitungan selama 50 tahun, dan dana yang ada terus dimasukkan untuk menjadi alat compounding, atau menghasilkan bunga berbunga. Sehingga jika total persentase pencapaian 50 tahun adalah sebesar 1,598,284%. Atau sederhananya adalah jika anda menaruh uang sebesar $1 pada tahun 1964 pada portofolio ini, dan dari bunga gain tersebut anda terus memasukkannya tanpa mengambil sedikitpun keuntungan anda, maka uang anda akan menjadi $ 15.982,84. Sedangkan jika anda menaruh uang anda pada index S&P 500 maka uang $1 anda akan berkembang menjadi $1.135,5. Sungguh gap yang luar biasa jauh. Itulah kenapa beliau bisa menjadi investor,trader terkaya di dunia.

forex adalah bisnis
forex adalah bisnis

Dengan portofolio seorang warren buffet, mungkin anda sekarang mendapat gambaran, harusnya senior anda mampu mendapatkan hasil yang jauh-jauh lebih besar dengan gain yang dia tunjukkan kepada anda. Jadi sebenarnya pertanyaan terpenting dalam sebuah portofolio adalah konsistensi. Apakah gain tersebut dapat dicapai kembali, atau malah selanjutnya akan menggerogoti nilai dana tersebut? konsistensi berarti pencapaian terburuk dengan rata-rata tidak terlampau jauh, pencapaian tertinggi dengan nilai rata-rata tidak terlampauh lebar. Dengan kestabilan gain, anda akan lebih lega dalam melihat dana anda yang akan semakin aman dikemudian hari.

Terimalah fluktuasi profit dan loss, namun jagalah jarak loss anda supaya tidak memakan kas anda. Tetapkanlah nilai gain yang wajar, supaya tidak terjebak pada kerusakan mental yang dapat memperburuk kepribadian anda di dalam aktivitas trading serta kehidupan sosial.

Don’t Forget it, Forex is Business. Perlakukan akun anda seperti sebuah perusahaan. Lakukan aktivitas trading anda sebagai sebuah operasional produksi. Perlakukan uang anda dengan akuntansi yang standar. Merasa berat? Take it or leave it.

Sumber : Majalah Inforexnews Edisi Ketujuh 

Artikel Menarik Lainnya :

 

Incoming search terms:

  • bisakah trading forex untuk biaya kehidupan
  • pernahkah anda melihat seorang trader sukses

About Paul_drevs

Check Also

break_your_limits_ii_by_shadowtuga

Break Your Limit

Inforexnews, MOTIVASI – Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan memberikan training di Bandung. Karena acara dimulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »