Home / Inforexnews / Hal Dibalik Pemilu di Amerika Serikat
trump-vs-hillary

Hal Dibalik Pemilu di Amerika Serikat

INFOREXNEWS – Seperti yang kita ketahui bahwa tidak lama lagi akan diadakan pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS). Pilpres ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2016. AS juga sering disebut sebagai negara yang paling demokratis di dunia. Tapi, siapakah yang menyangka bahwa warga AS tidak memilih presidennya secara langsung (direct election).

Tidak seperti di negara lain, yang dimana pemenang pemilu adalah yang berhasil memenangkan suara terbanyak. Namun, jika di AS, mereka menggunakan sistem perwakilan. Dengan sistem ini, 538 perwakilan negara bagian (electors) yang tergabung dalam electoral college akan memberikan suaranya kepada pasangan capres/cawapres yang sedang bertarung.Untuk kandidat yang ingin terpilih menjadi presiden, setidaknya mereka harus mendapatkan sebesar 270 electoral votes didalam pemilu.

Electoral College sudah diatur dalam Konstitusi AS Pasal 2 Ayat 3. Sistem ini dipilih sebagai kompromi antara kedua belah pihak yakni, yang menginginkan presiden dipilih oleh House of Representatives (DPR) dan dipilih langsung oleh rakyat. Sistem ini dipilih untuk mencegah calon kharismatik yang pandai berorasi dengan mengeksploitasi perasaan takut, cemas dan marah. 

Dari total 538 electors, setiap negara bagian memiliki jumlah yang berbeda – beda. Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan 435 kursi DPR, 100 kursi Senat, yang juga ditambah dengan 3 jatah electoral votes untuk Ibu Kota Washington DC. Berdasarkan 435 kursi DPR, dibagi lagi menjadi 55 electoral votes California, 38 electoral votes Texas, 29 electoral votes New York. Sedangkan untuk sisanya, seperti negara bagian yang kecil yang mencakup Alaska, Vermount, South Dakota hanya memiliki 3 orang perwakilan.

Para electors tersebut dipilih oleh partai politik dari masing – masing kandidat baik Partai Demokrat dan Partai Republik. Electors tersebut bisa mencakup ketua umum partai, anggota DPRD atau Senat negara bagian, hingga warga biasa yang merupakan anggota partai.

Pada umumnya, pemilihan electors ini dilakukan melalui voting internal partai. Kemudian, partai akan mengirim daftar electors yang terpilih untuk dipilih pada hari pemilu. Sebenarnya, ketika warga AS yang memilih calon presidennya, maka mereka memilih electors yang kemudian memilih calon presiden di electoral college. 

Kebanyakan warga AS tidak mengetahui akan hal ini, karena mengingat bahwa biasanya nama yang muncul disurat suara hanyalah nama capres dan cawapres. Pada umumnya, proses memilih di electoral college hanyalah formalitas karena electors selalu mengikuti pilihan mayoritas yang telah dipilih oleh warga. Mereka juga telah diwajibkan dan diikat oleh hukum untuk memberikan sumpah dalam memilih calon presiden yang memenangi mayoritas suara. 

Artikel Menarik Lainnya :

  1. Sempat Terjun Bebas, Sekarang Pound Dalam Posisi Rp 15.900
  2. Verizon Meminta Diskon Untuk Membeli Yahoo
  3. Cadangan Devisa RI Untuk Bulan September Meningkat US$ 115,7 miliar
  4. US Treasury Akan Bantu Benahi Sistem Pajak di Indonesia

Incoming search terms:

  • analida pemilu di amerika

About leonardo

Check Also

unemployment

Laporan Klaim Pengangguran AS Mingguan Naik

Kabar dari Departemen Tenaga Kerja AS di hari kemarin, baru saja merilis bahwa data klaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »