Home / Inforexnews / Harga Minyak Melemah Jelang Perkiraan API
minyak mentah

Harga Minyak Melemah Jelang Perkiraan API

INFOREXNEWS – Harga minyak mentah jatuh pada sesi perdagangan Asia pada Selasa 23/8/2016, menjelang perkiraan industri pasokan AS dan update prospek kesepakatan antara produsen besar untuk membekukan produksi minyak.

American Petroleum Institute (API) akan merilis estimasi minyak mentah AS dan stok produk olahan di akhir pekan lalu dengan angka yang diikuti data dari Departemen Energi AS. Minyak mentah untuk pengiriman Bulan Oktober di Bursa Perdagangan New York turun 0,25% menjadi $ 47,29/barrel. Semalam, harga minyak turun tajam di sesi perdagangan Amerika, hal ini memperpanjang kerugian setelah investor mengunci keuntungan dalam reli yang mengesankan, dan peringatan analisis tidak dibenarkan oleh fundamental.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Bulan Oktober merosot $ 1,37 atau 2,71% yang diperdagangkan pada $ 49,55/barrel. Brent berjangka London melonjak $ 3,91 atau 8,32% pada pekan lalu, hal itu menandai keuntungan mingguan yang terbaik sejak Bulan April, dengan investor mendorong harga di tengah spekulasi  produsen minyak utama. Produsen minyak utama ini dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia yang akan mempertimbangkan kembali pembekuan produksi minyak untuk meningkatkan pasar.

Minyak mentah berjangka hampir naik sebesar $ 10/barrel atau hampir naik sebesar 25%, hal ini diakibatkan prospek pembekuan produksi oleh produsen utama yang memicu reli besar. Pasar mulai pulih ketika Menteri Energi Arab Saudi mengatakan bahwa negaranya akan bekerja sama dengan produsen minyak lain untuk menstabilkan harga pada pertemuan informal OPEC di Aljair bulan depan.

Reli ini mendapatkan dukungan tambahan setelah Rusia menyatakan keseidaannya untuk ikut berpatisipasi dalam pembicaraan tersebut. Namun, sebuah usaha bersama – sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakkan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif. 

Meskipun minyak mengalami kenaikkan baru – baru ini, indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS dikombinasikan dengan stok produk bahan bakar di seluruh dunia diharapkan dapat menjaga harga dibawah tekanan jangka pendek. Namun, beberapa analisis memperingatkan bahwa reli harga saat ini bisa merugikan diri sendiri, karena mendorong produsen shale AS untuk mengebor lebih banyak yang menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global. (Leonardo/Inforexnews)

About Nilsen

Check Also

gold

Menjelang Laporan Data Ekonomi AS, Emas Coba Rebound

Pergerakan emas kini telah terpantau untuk mencoba menguat lagi seiring adanya penguatan dollar AS menjelang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »