Home / Inforexnews / Haryadi Bantah Dana Tebusan Tax Amnesty Ditujukan Untuk Apindo
Haryadi Sukamdani

Haryadi Bantah Dana Tebusan Tax Amnesty Ditujukan Untuk Apindo

INFOREXNEWS – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menilai target dana tebusan program pengampunan pajak atau tax amnesty ini terlalu tinggi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pemerintah mematok target dana tebusan tax amnesty hingga akhir Maret 2017 sebesar Rp 165 triliun. 

Haryadi membantah bahwa target sebesar Rp 165 triliun merupakan dana tebusan yang disodorkan Apindo. Menurut Haryadi, target sebesar Rp 165 triliun tersebut merupakan angka yang berasal dari Menteri Keuangan sebelumnya yakni Bambang Brodjonegoro.

Sebelum program tax amnesty di jalankan, Apindo sudah melakukan survei dengan membagikan kuesioner kepada 10.000 anggota Apindo dan jaringannya. Namun kuesioner yang kembali kepada pengurus hanya 2.900, sehingga Apindo meyakini bahwa dana tebusan tax amnesty hanya berkisar pada Rp 60 triliun hinga Rp 80 triliun.

Dari hasil survei Apindo, menunjukkan bahwa ada potensi deklarasi dan repatriasi sebesar Rp 2.000 triliun. Tetapi mereka hanya akan mengikuti sebagian dari Rp 2.000 triliun yakni Rp 1.000 triliun deklarasi dan repatriasi serta itu juga termasuk uang tebusan yang berkisar pada Rp 60 triliun hingga Rp 80 triliun.

Apindo sendiri tidak habis pikir dengan langkah pemerintah yang menggunakan tebusan tax amnesty untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengakui bahwa ada kekeliruan pemerintah dalam menetapkan target program tax amnesty ini. Meski demikian, pemerintah masih punya cukup waktu untuk mengejar target, karena tax amnesty akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 yang akan datang.

Incoming search terms:

  • tax amnesty hariyadi sukamdani

About leonardo

Check Also

72dolar

Likuiditas Valas Tetap Aman Meskipun Dana Asing Keluar

INFOREXNEWS – Meskipun arus modal asing atau capital outflow terus terjadi, Bank Indonesia (BI) mengklaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »