Home / More / Biografi Trader / Investasi atau Money Game (Charles Ponzi)
Investasi Online atau Skema Ponzi

Investasi atau Money Game (Charles Ponzi)

Beberapa waktu kebelakang ini Indonesia sedang dilanda demam investasi online yang ditawarkan segelintir oknum dengan return yang sangat menggiurkan. Bisnis ini selalu berjalan baik pada awalnya, bisa memberikan kebebasan financial bagi sebagian orang yang melakukan investasi diawal. Namun sudah sering terulang jika bisnis ini berjalan pada waktu yang lama, akan mengalami kolaps yang menyisakan investor yang merugi besar, bahkan ada yang sampai harus terlilit hutang hanya karena menginvestasikan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan primer.

Pelajari lebih lanjut Investasi Online

Dari latar belakang di atas mungkin anda akan bertanyatanya apakah bisnis investasi cukup layak diikuti atau tidak ? Akan ada 2 kelompok yang memiliki 2 argumen. Yang pro terhadap bisnis ini biasanya adalah orang yang sudah mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari investasi yang dia lakukan di jenis bisnis seperti ini, yang lainnya melakukan kontra karena belum mendapatkan modal kembali atau bahkan belum pernah merasakan keuntungan sepersen pun dari bisnis investasi ini. Sebenarnya kemana uang anda di investasikan oleh oknum-oknum ini? kenapa sepertinya sangat mudah memberikan keuntungan besar yang dimana jika anda membuka usaha real, akan membutuhkan kerja keras yang ekstra untuk dapat menghasilkan return yang sama dengan yang ditawarkan para oknum-oknum tersebut.

Investasi Online atau Skema Ponzi
Investasi Online atau Skema Ponzi

Mari saya kenalkan skema Ponzi kepada anda cobalah baca tentang skema ponzi ini sehingga anda mungkin akan mendapatkan gambaran kemana sebenarnya uang anda berputar. Menurut Wikipedia Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi. Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian abnormal yang tinggi atau luar biasa konsisten.

Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan. Skema ponzi ini pertama kali secara formal digunakan oleh orang yang bernama Charles Ponzi dalam praktek memutar uang para investor untuk membayar keuntungan investor lainnya.

Mari kita bahas sepak terjang sang penemu skema Ponzi ini. Dia sendiri belajar cara seperti ini saat dia bekerja di sebuah bank bernama bank Zarossi. Saat dia melihat bank tersebut memberikan bunga dua kali lipat dari bunga standar bank lainnya, orang-orang berbondong-bondong menyimpan uangnya di bank tersebut. Ponzi melihat sendiri bank tersebut memiliki banyak kredit macet pada pembiayaan kredit di real estate. Namun dengan uang nasabah tersebut pula mereka memberikan return kepada nasabah itu sendiri, dan akhirnya bank tersebut bangkrut dan pemiliknya lari dengan membawa uang yang sangat banyak ke Meksiko.

Investasi Online atau Skema Ponzi-Charles_Ponzi
Investasi Online atau Skema Ponzi

Dari pengalaman tersebut ponzi mendapatkan pelajaran untuk mengembangkan sistem perputaran uang yang tidak transparan ini dan akhirnya nanti akan disebut skema ponzi. Ponzi mendapatkan ide tepatnya pada tahun 1920 dia membuat bisnis yang dikemas dengan sangat baik untuk menutupi skema yang telah dia rancang dengan baik. International reply coupon, adalah pengganti perangko untuk mengirimkan data/surat antar Negara, di dalam surat menyurat internasional sebagai pengganti perangko untuk pengiriman surat balasan. Sebagai ilustrasi si X di negara A mengirim surat kepada Y di negara T untuk meminta sesuatu .Y mensyaratkan setiap permintaan barang ini harus disertai IRC. IRC ini bisa ditukarkan dengan perangko untuk mengirimkan barangbarang yang diminta kliennya dengan pos. Maksudnya agar B tidak terbebani biaya prangko karena A sudah menyediakannya dalam bentuk IRC. IRC ini juga bisa diuangkan. Nah karena inflasi yang besar terjadi di eropa pada saat perang dunia kedua, ponzi mempunyai ide membeli IRC di Italia dan menguangkannya menjadi US Dollar. Bisnis ini tentu saja sangat menggiurkan. Karena harga

IRC di Italia pada waktu itu sangatlah murah karena  inflasi yang besar. Dengan modal rencana yang menurutnya sudah matang, ponzi memulai bisnisnya dari pinjaman pihak bank,kemudian dia mengirimkan IRC kepada saudara-saudaranya di Italia, selain itu dia juga menawarkan proposal kepada relasinya untuk menambah modal usaha. Awalnya dia menjanjikan keuntungan sebesar 40% dalam 90 hari kepada orang yang bersedia menginvestasikan uangnya pada usaha yang sedang dia kerjakan. Tidak sampai di situ saja, ponzi menaikkan pemberian keuntungan sebesar 100% dalam 90 hari pada tahun 1920.

Investasi Online charles ponzi
Investasi Online atau Skema Ponzi

Tentu saja masyarakat yang memiliki uang berbondong-bondong memilih menginvestasikan  uangnya kepada ponzi karena bunga bank saat itu hanya sekitar 5% saja. Perusahaan ponzi bernama security exchange company berkembang pesat. Dan ponzi pun mendapatkan ide untuk merekrut tenaga marketing yang kita kenal sebagai agen dengan komisi yang tinggi. Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan perusahaan ponzi mampu menggalang dana sebesar $420.000 pada tahun 1920 (itu adalah jumlah yang sangat besar pada waktu itu) . ini tidak lepas karena isu positif yang beredar terhadap perusahaan milik ponzi dan sampai dimuat dikoran yang menerbitkan tulisan tentang perusahaan ini secara positif.

Namun masalah mulai muncul karena ternyata untuk mencairkan IRC yang dibelinya dari Italia menjadi dollar di Amerika Serikat sangatlah sulit. Semua terbentur pada birokrasi yang sangat berbelit-belit. Dan akhirnya ponzi tidak bisa mendapatkan keuntungan yang seperti yang dia harapkan. Ponzi kemudian mencari solusi dengan membayar bunga keuntungan para investornya dengan uang investor yang baru. Ponzi cukup beruntung karena jumlah investor baru semakin tumbuh dan bertambah dengan sangat cepat, sehingga dana-dana yang masuk bisa digunakan untuk membayar bunga keuntungan kepada investor yang lama. Skema ini semakin lancar karena investor pada perusahaan ponzi sebagian tidak mengambil keuntungannya, mereka menanam kembali bunga tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Karena membutuhkan keuntungan rill untuk sedikit melancarkan usaha yang telah dijalankannya, ponzi kemudian menanamkan dana yang telah dikumpulkan nya kepada sebuah bank bernama Hanover Trust Bank. Tercatat bahwa ponzi mendapatkan bungasebesar 5% dari bank tersebut.

Namun ternyata kebusukan skema yang dijalankan ponzi mulai tercium oleh beberapa orang, salah satunya analis keuangan bernama Clarence Barron. Yang menulis artikel pada sebuah koran yang menceritakan tentang analisanya tentang pola bisnis yang dijalankan ponzi dengan perusahaan Security Exchange Company. Menurut Barron bisnis yang dijalankan ponzi dari sudut pandang keuangan sangatlah tidak mungkin jika bisa mendapatkan keuntungan. Jumlah IRC yang beredar sangat sedikit jika dibandingkan dengan bunga keuntungan bagi investor yang diberikan oleh Ponzi. Barron mengatakan Ponzi membutuh 160 juta lembar IRC untuk bisa mengcover bunga keuntungan yang menjadi kewajibannya, namun kabar buruknya adlaah IRC yang beredar hanya sejumlah 27.000 lembar. Dengan tegas Barron menyatakan bahwa ini adalah hal yang mustahil.

Charles-Ponzi
Investasi Online atau Skema Ponzi

Setelah artikel itu beredar, sebagian investor mulai menarik dananya karena isu tersebut. Banyak investor pada Security Exchange Company yang menganggap analisa Barron sangat tepat. Dan mereka yang menarik dananya mendapatkan cek bank Hanover Trust Bank yang sudah dkuasai oleh Ponzi. Dan cek itu bisa dicarikan. Tercatat penarikan dana yang terjadi saat itu adalah $2 juta. Namun ponzi adalah seorang yang sangat pandai dalam meyakinkan orang, dia meyakinkan para investornya bahwa tulisan artikel Barron salah.

Banyak yang terjebak dengan perkataan Ponzi dan akhirnya bisnisnya tetap berjalan, bahkan perusahaan ini tetap mendapatkan investor-investor baru yang menanamkan dananya pada perusahaan ini.

Melihat kasus sebelumnya, ponzi akhirnya bergegas mencari seorang Public relation yang bernama William Mcmasters untuk membantunya dalam menangani keluhan-keluhan serta menjaga nama baik perusahaan. Namun William tidak bertahan lama di Security Exchange Company. Karena dia sendiri merasa curiga dan ragu pada bisnis yang sedang dijalankan oleh  Ponzi ini. karena dia menilai jika memang IRC sudah bisa memberikan keuntungan ratusan persen dalam kurun waktu singkat, kenapa Ponzi masih tetap menanamkan uangnya pada bank dengan bunga yang jauh lebih kecil dari keuntungan yang harusnya bisa dia optimalkan dalam usahanya. Setelah pengunduran diri William Mcmasters, artikel yang menyerang perusahaan milik ponzi kembali tersebar. Artikel ini berisi pertanyaan yang sama yang menjadi kecurigaan William. Mengapa ponzi masih ingin menanamkan modalnya pada bank yang hanya memberinya bunga sebesar 5%, sedangkan keuntungan dari usahannya bisa memberikan dia return yang jauh berlipat kali ganda dari bunga bank tersebut. Dan di artikel tersebut terkuak bahwa perusahaan milik ponzi tidak memiliki asset sebesar yang diasumsikan oleh orang-orang, yakni sebesar $7juta. Sebenarnya perusahaan tersebut masih minus sekitar $2juta sampai dengan $4,5 juta. Singkatnya perusahaan ini sudah bangkrut.

Investasi Online atau Skema Ponzi
Investasi Online atau Skema Ponzi

Sekali lagi terjadi penarikan dana investor-investor secara bersamaan dalam jumlah massive. Nah inilah titik kehancuran perusahaan milik ponzi. Dengan di awasi oleh pemerintah rekening milik ponzi di bank tersebut dipantau dengan ketat. Para investor yang terus menerus berdatangan untuk mencairkan cek semakin membludak. Dan pada akhirnya uang milik ponzi habis, dan pencairan cek investor yang belum sempat menarik dananya tersebut dihentikan oleh pemerintah. Dan akhirnya diputuskan perusahaan milik ponzi di audit, yang dimana ternyata perusahaan ini memiliki hutang kepada para investor dan bank sebesar $7juta.

Akhirnya ponzi ditangkap dan mendapatkan hukuman penjara selama 5 tahun atas tuduhan “penipuan melalui surat” pada November 1920. Ketika bebas dia kembali dituntut di pengadilan lainnya dengan tuduhan mengambil alih milik orang lain secara illegal. Persidangan ini terjadi 3 kali sampai akhirnya ponzi dinyatakan bersalah dan mendapatkan hukuman penjara selama 9 tahun. Saat ponzi keluar dari penjara (dengan jaminan) dia ternyata tidak berhenti melakukan skema bisnis yang dulu membuatnya berakhir di penjara. Ponzi kembali beraksi dengan skema bisnis yang sama di florida.

Namun cerita akhirnya tetap sama, ponzi ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara selama 1 tahun. Ponzi sempat melakukan percobaan aksi melarikan diri saat dia menggunakan jaminan untuk di bebaskan. Dia hendak melarikan diri keluar dari Amerika. Namun nasib sial bagi ponzi seakan tidak pernah habis, dia tertangkap saat kapal yang ditumpanginya akan berangkat. Setelah menjalani hukuman penjaranya, ponzi di deportasi kembali ke Italia. ponzi hidup dalam kemiskinan setelah itu, terkadang dia bekerja sebagai penerjemah. Penyakit mulai hinggap satu per satu dalam tubuh ponzi. Dia pernah mendapatkan serangan jantung ringan kemudian beberapa tahun kemudian ponzi hampir sepenuhnya buta karena penglihatannya mulai menurun. Dia mengalami pendarahan otak yang membuat lengan dan kaki kanannya lumpuh. Dia meninggal pada 15 januari tahun 1949 di Rio de Janeiro,Brasil dalam keadaan miskin.

Begitulah kehidupan seorang pencetus skema bisnis yang menggunakan uang para member/investor ataupun sebutan lain untuk membayar para pengikut yang sudah termasuk dalam anggota bisnis tersebut dahulu. Walaupun pada awalnya ponzi memiliki niat yang baik, tapi karena ketidaklancaran bisnisnya, dia melakukan skema yang sangat merugikan orang banyak. Saat ini juga sedang berkembang skema ponzi yang semakin dikemas dengan sangat rapi. Sangat halus dalam packaging bisnisnya, sehingga membuat kita sedikit sulit mengetahui bahwa seseorang sedang menawarkan bisnis skema ponzi kepada kita. Dijaman modern ini skema ini semakin berkembang dari masa ke masa yang membuat kita sebagai investor terkadang terlena. Semoga anda semua menjadi lebih konservatif dalam menanamkan uang anda kepada seseorang maupun sebuah lembaga. Jangan sampai anda terjebak pada skema ponzi yang pada akhirnya akan berakhir tragis.

Sumber : Majalah Inforexnews edisi 1

Artikel Menarik Lainnya :

 

Incoming search terms:

  • penemu investor sistem money game
  • ponzi skema

About Paul_drevs

Check Also

Biografi Ray Dalio

Ray Dalio

Inforexnews – Mari kitak simak Biografi dari Ray Dalio. Ray Dalio, lahir pada 8 Agustus 1949 …

One comment

  1. There are certainly a lot of details like that to take into coidnseration. That is a great point to bring up. I offer the thoughts above as general inspiration but clearly there are questions like the one you bring up where the most important thing will be working in honest good faith. I don?t know if best practices have emerged around things like that, but I am sure that your job is clearly identified as a fair game. Both boys and girls feel the impact of just a moment’s pleasure, for the rest of their lives.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »