Home / Inforexnews / Jepang Menyelidiki Aksi Curang E-Commerce Amazon
amazon-sign

Jepang Menyelidiki Aksi Curang E-Commerce Amazon

iNFOREXNEWS – Tokyo, Japan menerpa bisnis ritel Amazon di Jepang, E-Commerce raksasa yang bermarkas di settle Amerika Serikat ini di tuduh melakukan perdagangan yang tidak sehat.

Berdasarkan kutipan dari asia.nikkei.com, pada hari senin (8/8) kantor amazon yang berada di Jepang, di gerebek oleh lembaga pengawas anti monopoli jepang yang di sebut dengan Japan’s Fair Trade Commision. Amazon di tuding berlaku tidak adil terhadap pemasok.

Salah satu sumber dari asia.nikkei.com mengatakan Amazon di duga melakukan tekanan terhadap para pemasok agar menjual barang  lebih murah dari para pesaing Amazon,  Tindakan ini di duga agar E-commerce Amazon memenangkan persaingan terhadap kompetitor E-Commerce lainnya. Sedangkan beleid anti monopoli di Jepang melarang suatu pihak membatasi kegiatan pihak lain dalam kaitan hubungan bisnis. 

Seorang jurubicara dari Amazon yang di coba di konfrimasi oleh asia.nikkei.com terkait peristiwa terbut menolak untuk berkomentar. Sementara dari juru bicara lainnya lembaga pengawas monopoli Jepang menyatakan tidak membantah apa yang ditanyakan kepadanya. “saya tidak mau berkomentar, tapi saya juga tidak menyatakan bahwa isi pertanyaan itu tidaklah benar, seperti di lancir oleh reuters saat di konfirmasi soal pemeriksaan Amazon, kemarin.

Secara umum, pendapatan dari ekspansi pada perdagangan internasional menyumbang 33% dari total pendapatan Amazon. Undang konsumen China Sejauh ini, Amazon memang telah berupaya memikat konsumen tidak hanya dari Jepang saja. 

Konsumen China pun menjadi target pasar mereka dengan menyediakan pilihan bahasa China sejak 30 Juni lalu, di Amazon.co.jp Jepang. Langkah ini ditempuh manajemen Amazon untuk menangkap tren belanja masyarakat China yang cukup tinggi terhadap produk-produk asal Jepang.

Diperkirakan, pada tahun 2019 mendatang nilai transaksi e-commerce produk asal Jepang ke China lewat belanja online mencapai ¥ 2,34 triliun atau setara dengan US$ 22,5 miliar.

Adapun di China sendiri, Amazon kurang mendapat pasar yang bagus karena kalah bersaing dengan raksasa e-commerce asal China, yakni Alibaba Group Holding Ltd.

Beberapa waktu sebelumnya, Jasper Cheung, Presiden Amazon Jepang menyatakan, potensi bisnis Amazon di Jepang begitu besar.

Hal tersebut diamini oleh Departemen Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang yang menyebut, iklan produk-produk menarik asal Jepang telah menggiring wisatawan asal China. Tercatat tahun lalu 3,08 juta wisatawan China datang ke Jepang, naik 41% dari tahun sebelumnya.

di kutip dari berbagai sumber berita ini : kontan.co.id, asia.nikkei.com, reuters.com 

About Nilsen

Check Also

gas-alam

Futures Gas Alam Lebih Tinggi Pada Sesi Eropa

INFOREXNEWS – Futures gas alam naik lebih tinggi pada sesi eropa di hari Jumat 9/12/2016 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »