Home / Inforexnews / Kegiatan Ekspor Impor dan Ekonomi Indonesia Masih Lesu
indo

Kegiatan Ekspor Impor dan Ekonomi Indonesia Masih Lesu

INFOREXNEWS – Penurunan impor yang lebih kuat dibandingkan dengan ekspor menyebabkan surplus neraca perdagangan pada bulan September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. Surplus ini merupakan yang tertinggi sejak 13 bulant terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai impor pada bulan September 2016 sebesar US$ 11,3 miliar, yang dimana nilai tersebut lebih rendah 8,78% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, nilai ekspor pada bulan September 2016 sebesar US$ 12,51 miliar, yang dimana nilai tersebut turun 0,59% pada periode yang sama ditahun sebelumnya. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa dengan tambahan US$ 1,22 miliar, maka surplus neraca perdagangan Januari – September 2016 mencapai US$ 5,67 miliar. 

Akibat dari lemahnya permintaan global sehingga membuat kegiatan ekspor impor pada bulan September menurun dari sisi nilai maupun volume. Volume impor turun 8,2%, sedangkan volume ekspor turun 4,96% jika keduanya dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan September 2015, volume ekspor dan impor masih lebih tinggi 5,81% dan 2,69%.

Penurunan impor terjadi pada barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku atau penolong yang masing – masing turun sebesar 15,16%, 11,98%, dan 7,42% yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Selain itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan akan kenaikkan ekspor besi dan baja pada September 2016 menandakan kebutuhan bahan baku dan barang modal bisa dipenuhi dari produk dalam negeri. 

Selain itu, ekonom dari Maybank Indonesia, Juniman mengatakan bahwa penurunan impor pada bulan lalu merupakan alarm bagi pemerintah. Sebab, kinerja impor khususnya impor bahan baku dan penolong menunjukkan kapasitas produksi industri pada bulan – bulan yang akan datang. Sementara penurunan ekspor lebih karena permintaan global yang melemah. Hal itu sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini oleh Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) yang sebesar 3,1% atau lebih rendah dari tahun lalu.

Baca juga artikel menarik lainnya :

  1. Beberapa Dana WNI di Swiss Tidak Bisa Kembali ke Indonesia
  2. Trump : Hasil Pilpres Akan Dicurangi Dibanyak Tempat
  3. Naiknya Inflasi Inggris Belum Bisa Mendukung Poundsterling
  4. USDJPY Melemah Tipis, Fokus Pasar Pada BOJ
  5. Sterling Bertahan Diatas $1.22 Setelah Lonjakan Inflasi Inggris

About leonardo

Check Also

harga emas antam

Harga Emas Antam

INFOREXNEWS – Harga emas dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 1.000/gram dari harga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »