Home / Inforexnews / Menkeu Tegaskan Penarikkan Dana Dari Singapura Bukan Hal Ilegal
Sri Mulyani

Menkeu Tegaskan Penarikkan Dana Dari Singapura Bukan Hal Ilegal

INFOREXNEWS – Penarikkan dana dalam jumlah yang besar yang dilakukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menyimpan dananya di perbankan Singapura tidak bisa disimpulkan sebagai bentuk pencucian uang atau tindakan ilegal lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa penarikkan dana dari perbankan Singapura untuk dibawa masuk kedalam sistem keuangan di Indonesia merupakan bagian dari program pengampunan pajak atau tax amnesty. Hal itu dijelaskan Menkeu untuk meredam kekhawatiran sekaligus dengan pertanyaan mengenai pelaporan data nasabah oleh perbankan Singapura ke pihak kepolisian.

Selain itu, Sri Mulyani menjelaskan bahwa perbankan Singapura memiliki hak untuk melaporkan ke pihak kepolisian apabila ada transaksi yang dianggap mencurigakan, seperti tindakan pencucian uang atau pembiayaan terorisme. Namun, untuk WNI yang menyimpan asetnya di perbankan Singapura dan ingin mengikuti program tax amnesty, hal ini tidak termasuk kedalam transaksi yang dicurigai pencucian uang dan program ini memiliki undang-undang. Sehingga penarikan dana dalam jumlah yang besar bukanlah tindakan yang ilegal.

Sri Mulyani menganggap tidak ada alasan bagi pihak – pihak yang memiliki pandangan bahwa menarik dana dalam jumlah yang besar dari pihak Singapura merupakan perbuatan yang ilegal. Selain itu, penarikan dana dalam jumlah besar untuk mengikuti program tax amnesty merupakan tindakan yang sah dan dilindungi oleh Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Artikel Menarik Lainnya :

  1. Google Harus Bayar Pajak Di Indonesia
  2. Apple Wajib Bayar Denda Pajak Sebesar Rp 1,5 Triliun
  3. WNI Jangan Takut Dengan Ancaman Bank Singapura
  4. Bank Singapura Belum Mau Mentransfer Harta WNI

About leonardo

Check Also

unemployment

Laporan Klaim Pengangguran AS Mingguan Naik

Kabar dari Departemen Tenaga Kerja AS di hari kemarin, baru saja merilis bahwa data klaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »