Home / Inforexnews / Munculnya Rasa Benci Turki Kepada AS
AS VS TURKI

Munculnya Rasa Benci Turki Kepada AS

INFOREXNEWS – Pemerintah Turki di Ankara mengancam akan membatalkan perjanjian tentang pendatang dengan Uni Eropa (UE) pada Selasa 9/8/2016. Selain itu, Ankara juga memperingatkan akan peningkatan rasa benci kepada Amerika Serikat (AS) akibat tidak adanya kesetiakawanan terkait upaya kudeta pada pertengahan Bulan Juli lalu.

Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh petinggi Turki di Ankara, bertepatan saat Presiden Tayyip Erdogan melakukan kunjungan ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Sejak upaya kudeta yang gagal itu, pemerintah Turki memulai untuk melakukan pembersihan secara besar-besaran dalam pasukan militer, lembaga negara, universitas, sekolah bahkan media. Namun, kebijakan tersebut dikecam oleh Amerika Serikat (AS).

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdaq menyatakan rasa benci kepada AS hanya bisa reda jika Washington memulangkan Fethullah Gulen yang merupakan seorang ulama Turki yang kabur ke Pennsylvania, AS. Gulen dituding sebagai dalang dari pencobaan kudeta yang gagal untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Erdogan.

Bozdaq mengatakan bahwa ada rasa tidak suka yang besar terhadap AS di Turki, dan ini bisa berubah menjadi sebuah kebencian. Semuanya ini berada di tangan AS untuk menghentikan hal tersebut. Selain itu, keputusan ekstradisi Gulen adalah hal politis. Jika tidak, maka Turki hanya akan menjadi korban untuk seorang Teroris. Dalam menanggapi permintaan ekstradisi tersebut, Washington menegaskan bahwa Ankara harus memberikan bukti yang kuat dalam keterlibatan Gulen akan kudeta tersebut. 

Karna hal itu, hubungan antara AS dan Turki semakin memburuk dan hubungan tersebut juga menular ke UE. Beberapa negara anggota juga bereaksi keras atas pembersihan secara besar-besaran yang dilakukan oleh Ankara yang diduga sebagai pelaku upaya kudeta. Denmark menyebutkan bahwa kebijakan Erdogan tidak demokratis dan Austria akan menghalangi masuknya Turki ke UE jika kembali memberlakukan hukuman mati.

Menteri urusan UE Omar Celik menyatakan bahwa permintaan UE agar Turki mengubah undang-undang tentang terorisme tersebut dan menjadi kunci masuknya Ankara kedalam blok UE, hal tersebut justru akan membahayakan keadaan benua tersebut. Kesepakatan migran UE dan Turki berhasil mengurangi jumlah pengungsi dan pendatang sebesar 1,3 juta orang pada tahun lalu.

Di tengah buruknya hubungan UE dengan AS, Turki berhasil mendapatkan sekutu baru yaitu Rusia. Pejabat tinggi Ankara menyatakan bahwa pertemuan antara Presiden Erdogan dan Presiden Putin berlangsung dengan sangat positif pada Selasa 9/8/2016. (Leonardo/Inforexnews)

 

 

About Nilsen

Check Also

gas-alam

Futures Gas Alam Lebih Tinggi Pada Sesi Eropa

INFOREXNEWS – Futures gas alam naik lebih tinggi pada sesi eropa di hari Jumat 9/12/2016 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »