Home / Inforexnews / ROAD TO USA ELECTION : DONALD TRUMP VS HILLARY CLINTON
Pemilu amerika

ROAD TO USA ELECTION : DONALD TRUMP VS HILLARY CLINTON

INFOREXNEWS – Tidak lama lagi akan dilaksanakan kegiatan pemilu presiden di Amerika Serikat (AS) yang dimana ada 2 orang yang mencalonkan diri yakni Hillary Clinton yang berasal dari Partai Demokrat AS dan Donald Trump yang berasal dari Partai Republik AS. Kegiatan pemilu Presiden AS ini akan dilaksanakan pada Bulan November atau lebih tepatnya pada Selasa, 8 November 2016.

1.Hillary Clinton 

hillary clinton

Hillary Diane Rodent Clinton atau biasa yang dipanggil Hillary Clinton lahir di Chicago, Illinois, 26 Oktober 1947.  Ia lulus dari Sekolah Hukum Yale pada tahun 1973, kemudian ia pindah ke Arkansas pada tahun 1974 dan kemudian menikahi Bill Clinton yang merupakan mantan Presiden AS ke 42 pada tahun 1975 dan menjadi Ibu Negara AS selama 2 periode (1993 – 2001). 

Sebelumnya, ia adalah seorang pengacara. Namun, Hillary Clinton pernah menjadi rekan wanita pertama di Firma Hukum Rose pada tahun 1979 dan 2 kali tercatat sebagai salah seorang dari 100 pengacara yang berpengaruh di AS. Dari tahun 1979 – 1992, ia menjabat sebagai Ibu Gubernur Arkansas dan aktif dalam sejumlah organisasi yang terkait dengan kesejahteraan anak-anak serta menjadi anggota direksi Wal-Mart dan beberapa perusahaan lainnya.

Saat menjabat sebagai Ibu Negara, Clinton pernah mengajukan layanan kesehatan dan merupakan inisiatif terbesar dari Clinton. Namun, hal tersebut tidak disetujui oleh Kongres pada tahun 1994. Pada tahun 1997 dan 1999, Clinton berperan dalam pembentukan Program Asuransi Kesehatan Anak – Anak Negara (State Children’s Health Insurance Program), Undang – Undang Adopsi dan Keluarga Aman (Adoption and Safe Families Act), dan Undang-Undang Kemandirian Asuhan Keluarga (Foster Care Independence Act). Pada tahun 1996, ia diperintahkan untuk memberikan kesaksian dihadapan juri akibat kontroverensi Whitewater. Kemudian, kondisi pernikahannya dengan Bill Clinton menjadi perhatian umum setelah terungkapnya skandal Lewinsky pada tahun 1998. Sebelumnya, ia tidak pernah didakwa oleh kasus apapun.

Setelah pindah ke New York, Clinton terpilih sebagai senator Negara Bagian New York pada tahun 2000 sehingga menjadi mantan Ibu Negara yang pertama yang memenangi pemilu untuk suatu jabatan di AS. Di senat, awalnya ia mendukung pemerintahan George W. Bush mengenai beberapa kebijakan luar negeri serta memberikan suaranya dalam mendukung Resolusi Perang Irak yang menyetujui dilaksanakannya Perang Irak. Tetapi, ia juga yang berbalik menentang tindakan pemerintah dalam Perang Irak dan juga menentang kebijakan pemerintah Bush. 

Ia terpilih menjadi senator dengan kemenangan telak pada tahun 2006. Kemudian, pada 20 Januari 2007, ia resmi menyatakan dirinya ikut serta dalam pemilu AS 2008. Namun, Senator Barack Obama yang menjadi calon terpilih Partai Demokrat pada Juni 2008. Dan pada tanggal 22 Januari 2009, Clinton dilantik sebagai Menteri Luar Negeri AS dan menjabat hingga tanggal 1 Februari 2013, serta digantikan oleh John Kerry.

2. Donald Trump

donald-trump-

Donald John Trump atau biasa yang dipanggil Donald Trump ini lahir di New York City, Queens, 14 Juni 1946 adalah seorang wirausahawan serta menjadi ketua dan presiden The Trump Organization dan merupakan pendiri Trump Entertainment Resorts. Trump adalah putra dari Fred Trump, pengembang real-estate New York City. Dia bekerja untuk perusahaan ayahnya, Elizabeth Trump & Son, saat menghadiri Wharton School dari University of Pennsylvania. Ia resmi bergabung dengan perusahaan pada tahun 1968. Kemudian, ia diberi kendali terhadap perusahaan pada tahun 1971 dan mengubah nama perusahaannya menjadi The Trump Organization.

Sebelum Trump bergabung dengan perusahaan ayahnya, ia pernah bersekolah di The Kew-Forest School di Forest Hills, Queens, tetapi setelah kekacauan yang terjadi pada saat ia berumur 13 tahun itu menyebabkan orang tua Trump memindahkannya ke Akademi Militer New York dengan harapan Trump menjadi seseorang yang tangguh. Hal itu berjalan dengan lancar, dan Trump meraih penghargaan akademis. Selain itu, Trump pernah bersekolah di Universitas Fordham selama 2 tahun sebelum ia pindah ke Wharton School di Universitas Pennsylvania. Ia lulus pada tahun 1968 dengan gelar S.E., kemudian ia bergabung dengan perusahaan ayahnya real estate.

Trump memulai kariernya di perusahaan ayahnya yakni The Trump Organization yang bergerak dibidang penyewaan rumah kelas menengah. Salah satu proyek pertama Trump adalah merenovasi komplek apartemen Swifton Village seharga $ 12 juta dan meraut keuntungan sebesar $ 6 juta. Pada tahun 1970an, Trump mendapat keuntungan dari Pemerintah Kota New York atas pembayaran pajak sebagai ganti krisis keuangan yang dihadapi Hotel Commodore.

Selain itu, Trump juga sukses mengembangkan bidang properti untuk Javits Convention Center. Javits Convention Center membuat Trump berurusan dengan Pemerintah Kota New York, yang dimana proyeknya bernilai $ 110 juta dan membuat New York membayar sebesar $ 750 juta hingga $ 1 miliar. Selain itu, pada awal tahun 1980an, Trump mengambil alih usaha jasa Roy Cohn, kepala Senat Komite Permanen pada Penyelidikan (Senate Permanent Subcommittee on Investigations).

Di balik kesuksesannya itu, pada tahun 1990 sebagai dampak dari resesi, Trump mulai kesulitan untuk membayar hutangnya itu. Ia menghadapi masalah pembayar pinjaman atas kasino ke 3 nya yaitu Taj Mahal yang setara dengan 1 miliar dolar dengan bursa yang sangat tinggi. Meskipun ia harus mempertahankan bisnisnya dengan menambah pinjaman dan mengundur membayar bunga pinjaman, pada tahun 1991 dengan melonjak hutangnya membuat bisnisnya mengalami kemunduran yang besar dan bank-bank telah kehilangan ratusan juta dolar.

Pada tanggal 2 November 1992, Trump Plaza Hotel terpaksa merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan setelah tidak mampu untuk membayar tunggakan pinjaman. Sehingga Trump harus bersedia untuk memberikan 49% saham dari hotel mewah tersebut. Namun, Trump mendapatkan posisi yang lebih baik yaitu menjabat sebagai Chief Executive meski tanpa bayaran.

Pada tahun 1994, Trump kehilangan 900 juta dolar dari rekening pribadinya dan mengalami kerugian yang drastis pada sektor bisnis sebesar 3,5 miliar dolar. Ketika ia dipaksa untuk meninggalkan Trump Shuttle, ia diharuskan untuk mengurus Trump Tower di New York City dan mengontrol 3 buah kasino di Atlantic City. Chase Manhattan Bank yang telah memberikan pinjaman uang kepada Trump untuk membeli West Side Yards yang merupakan parsel Manhattan terbesarnya dan terpaksa harus dijual kepada pengembang – pengembang Asia. Selain itu, Trump tidak mengembalikan semua kepemilikkan atas Real Estate dan para pemilik berjanji untuk memberikan 30% dari keuntungan manakala bangunan-bangunan tersebut selesai dikembangkan atau terjual. Kemudian merekapun memberikan model konstruksi terbaru dan dana manajemen untuk mempercepat pembangunan. (Leonardo/Inforexnews)

 

 

 

About Nilsen

Check Also

72dolar

Likuiditas Valas Tetap Aman Meskipun Dana Asing Keluar

INFOREXNEWS – Meskipun arus modal asing atau capital outflow terus terjadi, Bank Indonesia (BI) mengklaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »