Home / Inforexnews / Singapura Terancam Krisis Yang Luar Biasa
Singapura

Singapura Terancam Krisis Yang Luar Biasa

INFOREXNEWS – Sektor perbankan Singapura dinilai akan bergejolak apabila pemerintah Indonesia berhasil melaksanakan program tax amnesty. Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh dana WNI yang berada di Singapura bisa ditarik kembali ke Indonesia. Apabila hal tersebut terjadi, maka sistem likuiditas Singapura akan terganggu.

Berdasarkan pemberitaan The Straits Times, tercatat 200 miliar dolar AS uang WNI yang mengendap di Singapura. Jumlah tersebut setara dengan 40% total aset perbankan Singapura. Ketika likuiditas sebuah bank kering, maka kepercayaan masyarakat terhadap bank itu akan hilang. Sementara keberlangsungan bisnis perbankan sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat.

Sektor perbankan Singapura saat ini sudah memberitahu kepada kepolisian setempat mengenai nama – nama nasabah yang mengikuti program tax amnesty. Namun, langkah tersebut dinilai dapat menjadi senjata makan tuan di negara tersebut. 

Sejak tahun 2013, Pemerintah Singapura telah menyatakan bahwa penghindaran pajak termasuk tindakan kriminal. Oleh karena itu, menjadi pertanyaan ketika perbankan Singapura bersedia menerima uang yang berasal dari luar negeri tanpa mengetahui asal usulnya uang tersebut. Sehingga kredibilitas sistem keuangan Singapura pun dipertaruhkan.

Artikel Menarik Lainnya :

  1. Menkeu Tegaskan Penarikkan Dana Dari Singapura Bukan Hal Ilegal
  2. Dengan Ikut Tax Amnesty Bisa Dapatkan “Surat Sakti”
  3. WNI Jangan Takut Dengan Ancaman Bank Singapura
  4. Bank Singapura Belum Mau Mentransfer Harta WNI
  5. Deregulasi Menjadi Kunci Langkah Tumbuhnya Ekonomi Jepang

Incoming search terms:

  • indonesia singapur bergejolak
  • Krisis uang singapura

About leonardo

Check Also

gold

Menjelang Laporan Data Ekonomi AS, Emas Coba Rebound

Pergerakan emas kini telah terpantau untuk mencoba menguat lagi seiring adanya penguatan dollar AS menjelang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »