Home / Inforexnews / Sistem Pemilihan Presiden Di Amerika Serikat
clinton-and-trump

Sistem Pemilihan Presiden Di Amerika Serikat

INFOREXNEWS – Meskipun Amerika Serikat (AS) seperti Indonesia yang merupakan negara demokrasi, tetapi sistem pemilihan presiden (pilpres) AS yang di gunakan sangat berbeda dengan sistem pilpres yang digunakan oleh Indonesia. Warga AS tidak memilih presiden mereka secara langsung, tetapi melalui keterwakilan yang disebut sebagai electoral college.

Pada tanggal 8 November 2016 ini, rakyat AS memberikan suara mereka ke pasangan capres dan cawapres yang namanya sudah tercantum di dalam surat suara. Namun surat suara yang mereka berikan tersebut tidak langsung masuk ke pasangan calon tersebut, melainkan dikonversi menjadi electoral college. 

Electoral college adalah kumpulan individu yang disebut sebagai elector yang nantinya memiliki kewenangan untuk memilih presiden. Jadi, ketika pada hari pemungutan suara seorang warga memilih capres A, maka secara teknis mereka sedang memilih elector yang akan dia pasrahi untuk memilih capres A pada sidang electoral college. Selain itu, pemberian suara oleh warga disebut sebagai popular vote, sedangkan pemberian suara oleh elector disebut sebagai electoral vote.

Masing – masing capres atau partai menunjuk elector yang nantinya akan menduduki electoral college yang mereka menangkan ditiap negara bagian. Biasanya orang yang menduduki posisi sebagai elector adalah pemimpin partai, orang yang memiliki kedekatan dengan kandidat, atau orang yang ditunjuk oleh pemerintah negara bagian. 

Namun, electoral college tidak sama dengan MPR yang ada di Indonesia, dan electoral college bukan merupakan anggota Senate (DPD) ataupun House of Representative (DPR). Keberadaan electoral college adalah bentuk kompromi antara pemilihan langsung oleh rakyat dengan pemilihan oleh Kongres (MPR). Kemudian, tugas dari electoral college adalah memilih presiden, ketika tugasnya tersebut telah selesai maka akan segera dibubarkan.

Secara nasional, jumlah electoral college adalah 538. Jumlah ini setara dengan gabungan antara jumlah anggota Senate (100) dan House (435) dari 50 negara bagian yang ditambah lagi dengan 3 kursi House yang khusus untuk District of Columbia. Namun, jumlah electoral college yang dimiliki oleh tiap negara bagian sesuai dengan alokasi kursi yang mereka miliki di House dan Senate. Selain itu, untuk menjadi seorang presiden, seorang capres harus mengantongi minimal 270 electoral vote.

Seorang capres yang mendapatkan popular vote terbanyak disuatu negara bagian akan mengantongi seluruh electoral college di negara bagian tersebut, tidak peduli berapa selisih suaranya dengan rivalnya. Sementara untuk capres yang kalah, maka ia tidak akan mendapatkan satupun electoral college pada negara bagian tersebut. Sistem ini dikenal sebagai winner-take-all telah diterapkan diseluruh negara bagian kecuali pada Nebraska dan Maine.

Baca juga artikel menarik lainnya :

  1. Duel Antara Trump dan Clinton
  2. Jepang Siapkan Intervensi Jika Terjadi Gejolak Pasar Finansial
  3. Bulan Oktober Surplus Perdagangan China Naik
  4. Menjelang Pemilu, Dollar Masih Stabil
  5. Polling Terbaru Hillary Unggul Tipis Dari Trump

Incoming search terms:

  • brita pemilihan presiden amerika serikat
  • analisis etika prmilihan presiden amerika
  • berapa jumlah electoral collage tiap negara bagian di ameriks
  • forex amerika serikat
  • sistem pemilihan presiden amerika serikat 2016
  • SISTIM PEMILIHAN PRSIDEN AMERIKA

About leonardo

Check Also

gas-alam

Futures Gas Alam Lebih Tinggi Pada Sesi Eropa

INFOREXNEWS – Futures gas alam naik lebih tinggi pada sesi eropa di hari Jumat 9/12/2016 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »