Home / Inforexnews / Sri Mulyani dan Luhut Akan Rombak Aturan Cost Recovery dan Pajak Migas
sri-mulyani-dan-luhut

Sri Mulyani dan Luhut Akan Rombak Aturan Cost Recovery dan Pajak Migas

INFOREXNEWS – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator (Menko) dan Kemaritiman, sekaligus Plt Menteri ESDM Luhut Panjaitan melakukan kesepakatan untuk merombak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010. Hal ini mengatur tentang biaya operasi yang dapat di kembalikan (cost recovery) dan perpajakan bagi industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

PP ini dirombak untuk memperbaiki iklim investasi hulu migas di Indonesia. Selain itu, PP ini direvisi untuk Indonesia dalam kegiatan eksplorasi minyak. Hal ini dikarenakan biaya eksplorasi minyak di Indonesia kurang kompetitif. Saat ini, industri hulu migas Indonesia kurang menarik karena risikonya besar dan cadangan migas yang besar umumnya berada di laut dalam, sementara tingkat pengembalian investasi kurang ekonomis. 

Ini mengakibatkan investor malas untuk mencari cadangan migas baru di Indonesia. Jika tidak ada upaya dari pemerintah, maka cadangan migas di Indonesia akan segera habis. Produksi minyak di Indonesia diperkirakan sisa 480.000 barrel/hari di tahun 2020. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penurunan tajam produksi minyak Indonesia adalah merevisi PP 79/2010. Ada beberapa pokok perubahan dalam revisi PP 79/2010.

Pokok perubahan dalam revisi PP 79/2010 adalah pemerintah memberikan fasilitas perpajakan pada masa eksplorasi, fasilitas perpajakan pada masa produksi, kontraktor diberi pembebasan PPH Pemotongan atas Pembebanan Biaya Operasi Fasilitas Bersama (Cost Sharing) dalam pemanfaatan Barang Milik Negara di bidang hulu migas dan alokasi biaya overhead Kantor Pusat.

Selain itu, ada juga fasilitas non fiskal seperti Investment Credit, depresiasi dipercepat, DMO holiday. Berlakunya konsep bagi hasil penerimaan negara sliding scale, dimana pemerintah dapat membagi hasil lebih apabila terdapat winfall profit. 

Revisi aturan ini akan meningkatkan keekonomian proyek hulu migas Indonesia. Rata – rata IRR bisa bertambah menjadi 15,16%. Saat ini, Kementerian ESDM dan Kemenkeu sudah menyepakati seluruh poin-poin yang perlu direvisi. Selanjutnya, draft revisi PP 79/2010 akan disampaikan ke Sekretariat Negara. 

About leonardo

Check Also

72dolar

Likuiditas Valas Tetap Aman Meskipun Dana Asing Keluar

INFOREXNEWS – Meskipun arus modal asing atau capital outflow terus terjadi, Bank Indonesia (BI) mengklaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »