Home / Strategi / Trade What You See VS Trade What you think
trade what you see

Trade What You See VS Trade What you think

Pepatah legenda ini menjadi kata-kata sakti yang sering diucapkan oleh para profesional trader yang mengelola dana massive saat memberikan anda wejangan dalam ber-trading-ria. Trade what you see berarti melakukan perdagangan dengan apa yang anda lihat. Istilah ini menjadi persamaan terhadap objektifitas. Melakukan transaksi berdasarkan apa yang anda lihat di chart dan fakta yang anda lihat dengan mata kepala anda sendiri.

Sebaliknya trade what you think yang berarti melakukan perdagangan dengan apa yang anda pikirkan. Isitilah ini hampir sama dengan subjektif, melakukan transaksi yang notabene di dorong oleh emosi, euforia ataupun angan-angan.

Tidak perlu diperdebatkan lagi, untuk anda yang setia membaca majalah inforexnews rubrik psikologi dan tips and trick mungkin sudah mengetahui dimana dari kedua jargon ini yang dapat membimbing aktivitas trading anda ke arah yang lebih baik. Trade what you see adalah hal yang sangat penting dalam membangun portofolio yang baik. Trade what you think adalah unkonsistensi yang bisa membawa portofolio anda ke arah bencana.

Namun pertanyaannya adalah, bagaimana untuk bisa bertindak seperti trade what you see?

Kedinamisan forex terkadang membuat anda semua bingung, kadang kala anda bisa melakukan transaksi dengan objektif, namun ada saatnya anda malah menyerah pada sisi emosi anda. Membiarkan diri anda melakukan transaksi dengan dorongan kebutuhan, kegeraman maupun emosi.

trade-what-you-see

Ini merupakan kasus yang sangat sering anda temui dalam perjalanan trader manapun. Siklus-siklus ini menjadi sebuah hal yang pasti dijalani, ibarat  manusia bersekolah pasti akan menemui masa-masa tingkat dasar dan tingkat menengah, begitu juga sisi emosi yang labil, itu adalah sebuah perjalanan yang harus dilalui seorang trader dalam menuju profitable side.

Namun sayangnya, banyak sekali trader yang terpuruk dan menyerah untuk menekuni bisnis ini lebih lanjut akibat kegagalan melakukan trade what you see. Mereka cenderung melakukan trade what you think.

Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari otak dagang yang harus kerja harus mendapatkan uang (money orientation) hingga sifat kelalaian yang didorong akibat kebutuhan uang. Ada juga yang karena kemampuan skill melihat fakta yang masih dalam kategori lemah. Semua orang yang gagal melakukan trade what you see secara berkesinambungan memiliki alasan yang berbeda-beda. Itulah mengapa tidak ada satu trik baku yang dapat membuat anda cenderung melakukan transaksi anda dengan fakta yang ada.

Untuk melakukan transaksi dengan trade what you see, seorang trader harus memiliki beberapa standar baku yang perlu dipegang dengan erat supaya tidak terjatuh lagi dalam sisi trade what you think.

Syarat yang pertama adalah Sistem trading yang komplit.

trading-strategies

Sistem trading yang komplit membutuhkan waktu yang cukup lama untuk disusun dan diperlukan pembuktian yang memakan waktu sehingga banyak trader yang mengefisienkan sistem tradingnya hanya pada titik entry. Padahal keberhasilan dalam jangka panjang membutuhkan keteraturan yang menekan sisi dinamis pergerakan harga. Harga sudah bergerak dinamis, sedangkan kedinamisan itu acak, namun jika anda membuat sebuah aturan-aturan yang terus diciptakan dan diikuti, makan kedinamisan itu sedikit tertekan. Sebaliknya jika anda mengikuti kedinamisan harga, potensi anda menjadi stres sangatlah tinggi.

Sistem trading yang komplit sudah pernah dibahas dalam majalah inforexnews edisi ke 4 yang dimana anda membutuhkan pengaturan dengan seksama (yang dimana itu sangat baku) dalam menentukan berbagai hal seperti berikut :

  1. Modal
  2. Titik Entry
  3. Titik Exit (loss maupun profit)
  4. Penentuan lot
  5. Markets
  6. Penentuan resiko
  7. Waktu (jam) trading

Baca Juga Belajar Menyusun Strategi Lengkap dari Legenda Turtle Traders

Dalam menyusun trading sistem yang komplit, dan jika sudah terbukti (backtest maupun forward test) ini akan memberikan sebuah kebiasaan yang berbeda dalam aktivitas trading anda. Berkat bukti sistem trading anda yang memberikan hasil yang bisa diproyeksikan dengan wajar, anda akan menaruh kepercayaan anda pada sistem trading yang komplit ini. Dan dengan kepercayaan, anda menimbulkan kedisiplinan, dengan kedisiplinan , anda cenderung akan bekerja secara objektif. Dengan objektif anda akan mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Keteraturan sistem trading komplit dapat memberikan aktivitas yang berbeda, seperti perasaan ingin terus melakukan transaksi akan berangsur-angsur hilang, karena anda sudah menentukan jam trading. Terlalu cepat melikuidasi posisi juga akan mulai menurun karena titik exit yang jelas.

Disamping itu syarat yang kedua adalah Penerimaan loss.

loss

Loss itu memang menyakitkan. Tidak ada satupun di dunia ini yang ingin menerima kerugian. Namun jangan bereaksi terlalu berlebihan saat anda mengalami kerugian.  Selalu ingat bahwa kita tidak dapat mengontol pergerakan harga. Sehingga transaksi yang kita lakukan hanyalah memprediksi kecenderungan arah pergerakan harga. Dengan mengingat dan mengambil prinsip bahwa kita tidak akan pernah tahu kemana harga akan bergerak, anda dapat bekerja secara berbeda. Jika dikombinasikan dengan trading sistem yang komplit diatas, anda akan bereaksi seperti bermain bola dan mengalami lecet. Apakah anda bereaksi berlebihan? Tidak, anda tetap akan melanjutkan pertandingan bola tersebut. Namun jangan sampai anda menjadi marah dan emosi dalam bermain, anda akan bermain serabutan dan tidak lagi sesuai skenario awal.

Sama seperti halnya trading, anda akan mengalami luka, cedera atau hanya lecet dalam akun trading anda. Kerugian-kerugian tersebut tidak dapat dihindarkan karena yang kita lakukan hanya analisa yang memprediksi pergerakan harga. Tapi kerugian akan menjadi masalah jika membuat semua uang anda di akun maupun rekening terkurang habis-habisan. Tapi berkat anda yang telah membangun sistem trading komplit, resiko tersebut akan terhindarkan. Dan ingatlah seorang trader yang menuju kesuksesan pasti ada luka (kerugian) di dalam perjalanannya. Jadi bersikap wajarlah, jangan terlalu berlebihan. Cukup tutup platform trading anda, lakukan akivitas dikeesokan harinya. Anggap saja kita sudah mengalami cedera ringan hari ini.

Setelah anda memiliki dua syarat di atas, anda dapat melakukan pengendalian diri di awal sebelum melakukan aktifitas trading. Anda dapat menambahkan checklist untuk melakukan self awareness yang dapat membantu anda melakukan trade what you see.

Sebelum membuka platform trading anda, mungkin anda bisa mencoba untuk mereview diri anda sendiri terlebih dahulu dengan checklist yang anda buat. Perhatikan sistem trading anda, jawablah pertanyaan anda sendiri, apa titik entry dan titik exit terbaik untuk transaksi saya. Berapa uang yang bisa saya terima sebagai kerugian. apa saya berpotensi melakukan trading diluar sistem trading saya hari ini? Dengan menjawab hal tersebut, anda secara sadar mengingatkan kembali apa yang terbaik untuk diri anda dalam melakukan trading. Dengan cara ini, anda dapat memiliki kecenderungan melakukan the best entry, jika tidak ada the best entry hari ini, maka anda akan cuti trading hari ini.

Semua hal di atas memerlukan Konsistensi dan disiplin dalam menjalankannya. Anggap saja anda bekerja disebuah perusahaan ternama, anda tentu akan berkarir dengan baik jika melakukan konsistensi dan disiplin dalam mengikuti aturan perusahaan dan joblist yang diberikan perusahaan. Sama halnya dengan trading, dengan sistem trading komplit, pola pikir yang wajar, serta checklist yang ada, anda akan terhindar dari resiko serta diharapkan dapat memberikan keuntungan jika dilakukan dengan konsistensi dan disiplin dalam melaksanakannya.

Mungkin setelah membaca artikel ini, diharapkan anda dapat mulai menyusun sistem trading yang komplit karena ini adalah sebuah skill yang diperlukan dalam jangka panjang untuk terus berkarir di dunia trading. Dan dengan mindset menerima loss yang pada dasarnya anda memiliki pola pikir bahwa anda tidak dapat mendikte pasar, anda menjadi menerima loss dalam sudut pandang yang lebih bijak. Checklist sebelum trading diharapkan menghindarkan anda dari pelanggaran disiplin yang bisa membuat anda cedera parah kapanpun dimanapun tanpa pandang bulu.

Artikel Menarik Lainnya :

 

About Paul_drevs

Check Also

volume

Power Pinbar dan Volume Indikasi Reversal

Pin Bar Pinbar adalah candle indikasi terhadap perubahan tren (reversal), ini yang diketahui secara umum. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »