Home / Inforexnews / Warga AS Memiliki Keraguan Terhadap Trump Dan Clinton
us-election-2016-617688

Warga AS Memiliki Keraguan Terhadap Trump Dan Clinton

Inforexnews – Pemilihan Presiden AS, yang akan digelar pada Selasa 8 November, akan menjadi salah satu pemilihan yang penting dalam sejarah negara tersebut.

Kedua calon : Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat, memiliki kebijakan yang amat berbeda namun selain itu, keduanya juga tampak kurang populer di kalangan sebagian besar warga Amerika Serikat.

Menurut Profesor Robert W Hefner yang merupakan Direktur Institut Budaya, Agama, dan Masalah Dunia di Universitas Boston, pemilu ini bisa dibilang pemilu yang sedikit aneh, karena kedua calon baik Trump maupun Clinton tidak sepopuler yang diharapkan sebagian besar dari masyarakat.

Ketidakpuasan warga terhadap Trump disebabkan karena selama masa kampanye dinilai ‘membelah’ masyarakat.

“Dia dianggap seseorang yang bertindak sebagai pembelah, jadi daripada seseorang yang menyatukan negara dan masyarakat, dia membelah masyarakat dari segi agama dengan Muslim terutama, tapi juga dari segi etnisitas, nasionalisme, dan imigran.”

Kalangan konservatif Amerika Serikat cenderung ‘tidak suka’ dengan Clinton, sebagai perempuan berkarier dan berkeluarga.

Sementara Hillary Clinton awalnya cukup populer ketika menjabat Menteri Luar Negeri namun sebenarnya sejak dulu sudah sering menjadi sasaran serangan bersama suaminya, Bill Clinton, ketika masih menjabat presiden.

“Mungkin serangan itu lebih tendensius kalau menyangkut Hillary Clinton karena dia -menurut saya dan sebagian besar pengamat dianggap sebagai seorang figur yang kurang tradisional, katakanlah, dari segi karier.”

Kalangan yang konservatif -tambah Prof Herner, cenderung tidak suka dengan Hillary Clinton sebagai seorang ‘perempuan baru’ yang mempunyai karier dan sekaligus juga berkeluarga.

Donald Trump dilihat bertindak sebagai ‘pembelah’ Amerika Serikat bukan yang bisa menyatukan.

Email Dan Imigrasi

Kampanye Clinton juga sempat dibayang-bayangi dengan penggunaan email pribadinya untuk berkomunikasi dalam kapasitas sebagai Menteri Luar Negeri.

Biro Penyidik Federal Amerikat Serikat, FBI, sampai melakukan penyelidikan dua kali walau yang pertama sudah menyimpulkan dia ceroboh namun tidak ada unsur kriminal dalam penggunaan email pribadi tersebut.

FBI kemudian melakukan penyelidikan kedua karena ditemukan sekelompok email baru, namun Minggu (06/11), Direktur FBI James Coomey, menulis surat ke Kongres bahwa pemeriksaan kedua tidak mengubah kesimpulan awal mereka.

Bagaimanapun sejumlah pendukung Partai Demokrat mengatakan bahwa pemeriksan kedua terkait email Clinton sudah berdampak buruk pada popularitas Clinton.

Prof Robert Hefner berpendapat Trump masih mendapat dukungan karena mengedepankan tema dampak ekonomi dari globalisasi.

Sementara Trump selama masa kampanye mengungkapkan pandangan yang antimigrasi, antara lain melarang umat Muslim memasuki Amerika Serikat untuk sementara waktu dan akan mendirikan dinding pemisah Amerika Serikat dan Meksiko guna mencegah masuknya para pendatang dari Meksiko.

Dan pandangan yang disampaikannya itu, menurut Prof Hefner, bukan sekedar jargon-jargon politik semata.,

“Pernyataan-pernyataan Trump tentang imigrasi dan para imigran sebetulnya sudah semacam janji karena itu sebuah isu pusat atau vokal dalam kampanyenya.”

Faktor Dukungan Trump

Walau sikap Trump yang antiimigrasi dikritik berbagai pihak di Amerika Serikat, kenyataannya pengusaha tersebut masih mendapat dukungan dari para pemilih.

Beberapa jajak pendapat terakhir sebelum pemungutan suara Selasa (08/11) memang menempatkan Clinton unggul atas Trump, namun dengan selisih hanya sekitar 4%, yang menunjukkan Trump memiliki basis dukungan.

Ada banyak faktor di balik dukungan itu namun agaknya yang paling utama adalah kemampuannya mengangkat dampak ekonomi dari globalisasi, untuk kaum buruh dan miskin di Amerika Serikat.

“Mereka mengalami sebuah alienasi dan mereka memilih Trump karena dia saja yang mengedepankan tema itu, yaitu bahwa liberalisasi ekonom berlebihan jadi harus dikontrol dan industri Amerika harus didirikan lagi.”

Walau secara praktis, sebenarnya sebagian besar dari proposal Trump dianggap tidak bisa dijalankan, jelas Prof Hefner.

“Tapi karena sebagian besar dari masyarakat mengalami penderitaan itu, mereka ikut mendukung Trump. Itu satu variabel yang saya kira cukup bermakna.”

sumber : bbc.com

Incoming search terms:

  • keraguan masyarakat amerika terhadap trump

About Mr. Ed

Check Also

gold

Menjelang Laporan Data Ekonomi AS, Emas Coba Rebound

Pergerakan emas kini telah terpantau untuk mencoba menguat lagi seiring adanya penguatan dollar AS menjelang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »