>
Home / berita / BoE : Brexit Bisa Memberikan Dampak Yang Lebih Parah Dari Krisis 2008

BoE : Brexit Bisa Memberikan Dampak Yang Lebih Parah Dari Krisis 2008

Bank of England (BoE) mengungkapkan dalam analisisnya bahwa mereka memprediksi dampak ekonomi Inggris pasca Brexit akan cukup mengejutkan!

Mengutip pemberitaan dari Reuters, BoE menilai tekanan ekonomi bisa lebih buruk dari krisis finansial global pada 2008 lalu jika skenario terburuk terjadi pada empat bulan mendatang.

Analisis tersebut juga menilai bahwa ekonomi Inggris bisa mengalami penyusutan hingga 8% dalam waktu setahun apabila Inggris mencoba untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan (no-deal Brexit).

Laporan analis ini dinilai mampu memberikan tekanan bagi Parlemen di Inggris, terutama pihak yang tidak setuju pada kesepakatan Brexit yang dibuat oleh Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dengan Uni Eropa.

Meski begitu, para pendukung dari no-deal Brexit tidak akan menelan mentah-mentah isi dari laporan tersebut. Analisis tersebut dinilai dapat memberikan dampak buruk berupa kekhawatiran yang berlebihan di masyarakat. Dan tak sedikit pula yang menilai kalau janji-janji yang diucapkan Theresa May jika Inggris memilih untuk Brexit maka hal tersebut dapat mendorong perekonomian Inggris menjadi lebih kuat dinilai sebagai suatu kebohongan belaka.

Terkait dengan analisisnya, BoE pun menyebutkan dalam laporannya bahwa ada dua kemungkinan skenario besar bila Brexit terjadi yaitu skenario tidak teratur dan skenario gangguan.

Skenario tidak teratur antara lain melibatkan penundaan penyelesaian perbatasan di Inggris dan hilangnya kepercayaan pasar keuangan di lembaga-lembaga besar Inggris. Bila hal ini terjadi, maka akan ada penurunan sebesar 25% pada mata uang Poundsterling dan membuatnya melemah terhadap US Dolar (Bearish Kuat pada pair GBPUSD). Selain itu, lonjakan inflasi juga diprediksi bisa mencapai 6,5%, dimana sebelumnya inflasi masih berada dikisaran 2,4%. Belum lagi efeknya terhadap suku bunga di pasar yang berakibat pada harga properti atau perumahan yang akan anjlok hingga mencapai 30%.

Skenario gangguan yaitu asumsi bahwa sejumlah perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa masih akan tetap berlanjut. Dengan asumsi ini, bank sentral memperkirakan PDB Inggris hanya akan turun 3% selama lima tahun – hingga 2022. Harga perumahan tetap akan turun, lebih tipis sebesar 14% dan tingkat pengangguran bisa mencapai 5,75%.

Dan jika perjanjian hubungan kerjasama dengan negara – negara disekitar Inggris disetujui, maka ekonomi Inggris diprediksi hanya akan turun 1% dibanding tetap memilih menjadi anggota Uni Eropa.

Dalam konferensi persnya kemarin, BoE juga memaparkan sejumlah kesepakatan yang membuat Inggris dan Uni Eropa dapat menjalin hubungan yang erat di masa depan. Paling tidak dengan cara ini, pertumbuhan ekonomi Inggris bisa lebih cepat naik dibanding proyeksi BoE.

Gonjang-ganjing laporan dari pemerintahan dan BoE ini sempat memicu kemarahan dari kelompok euroceptics garis keras, yang menilai analisis tersebut merupakan pengulangan (repitisi) dari peringatan yang dikeluarkan untuk mempengaruhi pemilih pada referendum 2016 lalu.

About Mata Trader

Check Also

Pemilik BitMEX Bermitra Dengan Teknologi Perdagangan Untuk Memperluas

Pemilik BitMEX Bermitra Dengan Teknologi Perdagangan Untuk Memperluas Basis Perdagangan Crypto Dan Alat

Perusahaan infrastruktur perdagangan profesional yang berbasis di Amerika Serikat, Trading Technologies International (TT) telah bermitra …