Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

BoJ: Kebijakan Moneter Jangka Panjang Yang Longgar Tetap Dipertahankan

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Hirohiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan (BoJ), menjabarkan bagaimana mereka akan tetap mempertahankan kebijakan moneter jangka panjang yang sangat longgar pada kesempatan konferensi pers pada 25 Maret kemarin.

Kuroda menyadari akan adanya dampak negatif jangka panjang dari pemberian stimulus ekonomi, salah satunya adalah ketidak stabilan sistem keuangan dan ia pun belum menentukan strategi lain untuk mencapai target inflasi sebesar 2%. Sebelumnya Jepang juga telah dilanda data ekonomi yang kurang memuaskan disektor perdagangan ekspor impor.

Gubernur Kuroda mengatakan:

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana memastikan pasar tetap dalam kondisi stabil. Dengan demikian, akan datang pula bagaimana strategi yang tepat untuk menyelesaikan kebijakan yang sangat longgar ini. Dalam waktu yang tepat, kami akan menentukan dan mengajukan banding dari kebijakan ekonomi ini.”

Kuroda menyebutkan dampak yang akan diterima Jepang jika menghentikan kebijakan yang sangat longgar tersebut, yaitu melibatkan kenaikan suku bunga dan penyusutan neraca perdagangan di bank Sentral Jepang, BoJ.

Kuroda pun menambahkan, kebijakan moneter yang sangat longgar telah membantu Jepang keluar dari deflasi. Tak hanya itu, rilis data perekonomian Jepang juga sempat menunjukkan peningkatan lapangan tenaga kerja dan laba perusahaan.

Seakan berbuah manis, reaksi atas data ekonomi disektor bisnis ini pun di pasar mata uang membuat mata uang Yen menguat terhadap beberapa mata uang utama seperti Poundsterling (GBPJPY), Euro (EURJPY), dan dolar Amerika (USDJPY).

Sebagai tambahan, Gubernur Kuroda sempat disebut tidak ingin mendengarkan para ekonom dan analis untuk menaikkan suku bunga acuannya. Dirinya saat itu menjawab jika kebijakan moneter yang sangat longgar dapat menekan distorsi pasar obligasi dan gangguan pada intermediasi keuangan.

 

 

 

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -