Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

BoJ: Kebijakan Moneter Jangka Panjang Yang Longgar Tetap Dipertahankan

Must Read

Dolar Memangkas Kenaikan Karena Pejabat Fed Berhati-hati pada Pertumbuhan

Dolar AS memangkas kenaikannya pada hari Rabu setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve Juli menunjukkan bahwa pejabat...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Hirohiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan (BoJ), menjabarkan bagaimana mereka akan tetap mempertahankan kebijakan moneter jangka panjang yang sangat longgar pada kesempatan konferensi pers pada 25 Maret kemarin.

Kuroda menyadari akan adanya dampak negatif jangka panjang dari pemberian stimulus ekonomi, salah satunya adalah ketidak stabilan sistem keuangan dan ia pun belum menentukan strategi lain untuk mencapai target inflasi sebesar 2%. Sebelumnya Jepang juga telah dilanda data ekonomi yang kurang memuaskan disektor perdagangan ekspor impor.

Gubernur Kuroda mengatakan:

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana memastikan pasar tetap dalam kondisi stabil. Dengan demikian, akan datang pula bagaimana strategi yang tepat untuk menyelesaikan kebijakan yang sangat longgar ini. Dalam waktu yang tepat, kami akan menentukan dan mengajukan banding dari kebijakan ekonomi ini.”

Kuroda menyebutkan dampak yang akan diterima Jepang jika menghentikan kebijakan yang sangat longgar tersebut, yaitu melibatkan kenaikan suku bunga dan penyusutan neraca perdagangan di bank Sentral Jepang, BoJ.

Kuroda pun menambahkan, kebijakan moneter yang sangat longgar telah membantu Jepang keluar dari deflasi. Tak hanya itu, rilis data perekonomian Jepang juga sempat menunjukkan peningkatan lapangan tenaga kerja dan laba perusahaan.

Seakan berbuah manis, reaksi atas data ekonomi disektor bisnis ini pun di pasar mata uang membuat mata uang Yen menguat terhadap beberapa mata uang utama seperti Poundsterling (GBPJPY), Euro (EURJPY), dan dolar Amerika (USDJPY).

Sebagai tambahan, Gubernur Kuroda sempat disebut tidak ingin mendengarkan para ekonom dan analis untuk menaikkan suku bunga acuannya. Dirinya saat itu menjawab jika kebijakan moneter yang sangat longgar dapat menekan distorsi pasar obligasi dan gangguan pada intermediasi keuangan.

 

 

 

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Memangkas Kenaikan Karena Pejabat Fed Berhati-hati pada Pertumbuhan

Dolar AS memangkas kenaikannya pada hari Rabu setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve Juli menunjukkan bahwa pejabat...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...

GOLD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola...

AUDUSD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, AUDUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak bergerak dalam sebuah pola.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -