Thursday, January 27, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Brexit: Indeks US Dollar Mendapatkan Celah Melawan Balik Mata Uang Eropa

Must Read

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada...

Indeks US Dollar mampu menekan balik sentimen dari mata uang – mata uang di negara kawasan Eropa setelah adanya kekhawatiran para pelaku psar terhadap status Brexit yang kiat menegangkan sehingga kembali melemahkan mata uang Poundsterling dan juga mata uang Euro.

Ditengah sentimen buruk indeks US Dollar pasca sikap lemah the Fed untuk keputusan suku bunga, dolar Amerika terlihat masih mampu menekan balik beberapa mata uang utama yang sebelumnya mengalami lonjakan penguatan terhadap dolar Amerika seperti pada pair EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan juga XAUUSD.

Kemarin, Poundsterling melemah di tengah kekhawatiran yang berkembang atas isu No Deal Brexit jika anggota parlemen Inggris tetap memilih untuk menolak mereka terhadap rancangan kesepakatan keluarnya Inggris dari serikat Uni Eropa yang diajukan oleh Perdana Menteri Inggris, Theresa May.

Para pemimpin Uni Eropa kemarin memberikan opsi untuk menunda Brexit hingga paling lambat 22 Mei, tetapi hanya jika May dapat mengalahkan oposisi di parlemen dan memenangkan dukungan anggota parlemen pada minggu depan untuk rencana penarikannya tersebut.

“Saya pikir fokusnya bergeser kembali ke Brexit dan potensi penurunan yang akan terjadi ‘tanpa kesepakatan’,” kata Minh Trang, pedagang mata uang senior di Silicon Valley Bank California.

Baca Juga:

Juan Perez, pedagang mata uang senior di Tempus Inc di Washington, mengomentari keputusan BoE (Bank of England) yang tetap mempertahankan suku bunga, dengan mengatakan bahwa kenyataannya adalah tidak ada negara dengan ekonomi yang benar – benar dapat mengakomodasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, dan kita mungkin melihat bakal lebih banyak pemotongan daripada kenaikan suku bunga mulai sekarang.

Meskipun rebound pada hari Kamis kemarin, Perez mengatakan dia memperkirakan dolar Amerika akan tetap di bawah tekanan disepanjang tahun 2019.

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah ketua Federal Reserve AS Jerome...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada kata-kata yang lebih benar yang...

Dolar Sentuh Tertinggi 5-Minggu Pasca Keputusan Kebijakan Fed

Dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada bulan...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 27 Januari 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -