Alasan Harga Bitcoin Dipastikan Naik di Masa Depan
Home / berita / Berita Cryptocurrency / Alasan Harga Bitcoin Dipastikan Naik di Masa Depan
bitcoin dijadikan sebagai alat investasi komoditas berjangka di Indonesia

Alasan Harga Bitcoin Dipastikan Naik di Masa Depan

Selama tahun 2017 ini, harga Bitcoin (BTC) masih tetap kokoh menduduki posisi paling atas pada Ranking Cryptocurrencies, diikuti oleh Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), Ripple (XRP) dan Dash (DASH).

Pada saat artikel ini dibuat (22/11) Data dari Coinmarketcap.com, Bitcoin (BTC) di perdagangkan pada harga $8,199.62 atau sekitar Rp. 110 juta, nilai yang benar-benar fantastis untuk sebuah mata uang yang baru berumur 8 tahun. Bahkan, nilai tersebut sudah mengalahkan nilai emas per Oz/Ons yang hanya dihargai sekitar $1,200 – $1,400 atau -Rp.16  – Rp.19 juta.

Kemudian jika kita teliti dari pergerakan All Time Bitcoin dari awal penciptaannya pada tahun 2009 sampai pada tahun 2017, bisa dilihat hanya ada Major Trend UP  atau trend naik secara keseluruhan, diwarnai dengan koreksi-koreksi tipis untuk mempertahankan trend naiknya.

Dari beberapa penjelasan diatas, tidak heran jika saat ini banyak investor, pedagang, spekulator, bahkan para pebisnis tingkat institusional mulai terjun pada dunia Bitcoin sebagai investasi maupun sarana perdagangan / bisnis.

Sekarang, yang jadi tanda tanya besar adalah, dimana letak titik tertinggi Bitcoin? bahkan dalam beberapa bulan saja Bitcoin mampu untuk mencetak dan terus mencetak rekor baru. dimulai dari level $4,979 sekitar akhir bulan September, kemudian level $6,449 pada bukan Oktober, dan terus naik bahkan sampai diatas harga $8,200 per Bitcoin.

Beberapa prediksi mengaatakan bahwa pergerakan Bitcoin tidak akan berhenti pada angka $10,000, karena pada tahun depan akan banyak Investor Institusional yang akan masuk pada pasar Bitcoin dengan dana raksasa.

Harga Bitcoin Memang Didesain Untuk Semakin Mahal Seiring Berjalannya Waktu

Bitcoin High
Bitcoin High

 Sekali lagi kita akan mengacu pada Coinmarketcap, seiring minat pada Bitcoin yang semakin bertambah, tentu volume transaksi yang terjadi akan naik, dalam 24 jam terakhir saja volume transaksi yang sudah dilakukan pada mata uang kripto ini sebesar $3,3 miliar, sedangkan Market Cap (Total Kapitalisasi market) Bitcoin saat ini mencapai $136 miliar.

Permintaan yang semakin bertambah (Demand) tidak di iringi dengan Penawaran (Supply / Stock) yang memadai, hal ini jelas membuat harga Bitcoin semakin meroket. Apalagi, Stock Maksimal untuk Bitcoin adalah 21 juta keping, sedangkan Supply yang sudah beredar sudah lebih dari 16,6 juta. Artinya, supply Bitcoin hanya tinggal 3,4 juta saja, jumlah tersebut tidak akan pernah mencukupi permintaan yang terjadi diseluruh dunia, sehingga bisa dipastikan menurut hukum Supply & Demand, “Permintaan akan selalu lebih besar dari Penawaran” yang akan menyebabkan harga Bitcoin pada masa depan akan semakin mahal – (Demand Exceeds Supply = Price UP).

Bitcoin didesain untuk selalu mengalami deflasi (pengurangan stok / terbatas), jika kita analisa Supply bitcoin akan selalu berkurang setiap 4 tahun sekali atau biasa disebut “Halving Processes”. Artinya, jumlah Bitcoin yang akan diproduksi oleh sistem blockchain akan berkurang hingga setengahnya. Saat ini mungkin ukuran BTC yang muncul setiap menitnya adalah 12,5 BTC saja, kemudian setelah Halving terjadi, hanya akan ada 6,25 BTC saja yang akan muncul setiap menitnya. Hal ini jelas-jelas desain yang sempurna untuk membatasi supply berlebihan yang dapat membuat harga suatu barang menjadi turun.

Tidak Ada Yang Bisa Mempengaruhi Harga Bitcoin Kecuali Supply & Demand Itu Sendiri

Harga Bitcoin
Harga Bitcoin

Bitcoin merupakan mata uang kripto terdesentralisasi yang kebal terhadap data-data ekonomi suatu negara, misalnya Inflasi, yang biasanya akan mempengaruhi nilai dari mata uang negara tersebut.

Mari kita bandingkan dengan uang fiat seperti Dolar AS (USD) yang selalu berkurang nilainya tiap tahunnya karena adanya inflasi yang terjadi, yang akan berdampak pada penambahan supply dari mata uang itu sendiri. Serta dengan adanya rumor-rumor tentang kebijakan bunga, perpajakan dan lain sebagainya, akan mempengaruhi mata uang negara tersebut.

Baca Juga : Apa itu Future Market dan Apa Artinya bagi bitcoin?

Berbeda dengan Bitcoin, hal yang dapat mempengaruhi pergerakan harganya hanyalah murni Supply Demand (Penawaran dan Permintaan) dari pelaku pasar Bitcoin saja, hal ini bisa disebut dengan konsensus sempurna, dimana kesepakatan harga tidak “diatur” oleh siapapun, melainkan pelaku pasar itu sendiri.

Uang Kertas Menjadi Tidak Praktis Lagi

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, apalagi didukung jaringan internet yang bisa diakses secara global, serta banyaknya kasus keruntuhan mata uang kertas di berbagai negara di dunia seperti : Yunani, Venezuela, Cyprus, Zimbabwe dan Argentina, memicu kesadaran global bahwa sekarang bukan jamannya lagi menggunakan sistem ekonomi dengan uang fiat karena kerentanan terhadap krisis bisa terjadi kapan saja.

Perusahaan Besar Terjun Ke Dunia Bitcoin

Teknologi Blockchain yang mendasari penciptaan Bitcoin sering dikatakan sebagai teknologi dengan masa depan tanpa batas. Karena memiliki transparansi, kemudahan, serta keamanan yang terjamin. Saat ini Bitcoin mulai diadopsi oleh perusahaan-perusahaan ternama di dunia misalnya :

  • Wall Street. Sudah mengadopsi Bitcoin sebagai instrumen perdagangannya.
  • CME Group dan Coinbase Custody. Pada tahun depan akan memberikan jalan kepada para Investor Raksasa untuk masuk dalam dunia Investasi Bitcoin dengan program perdagangan berjangka.
  • Sudah mengeluarkan API dengan basis Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Namun secara sederhana, pada masa depan kesempatan Bitcoin untuk diadopsi sebagai alat pembayaran utama secara global akan terwujud. Apalagi, perusahaan raksasa dunia sudah mulai terjun dalam dunia kriptografis.

Dukungan Dari Kriptografis Lain

Sebut saja Ethereum (ETH) yang sudah membentuk aliansi dengan nama EEA (Enterprise Ethereum Alliance / Aliansi Elit Ethereum) yang sudah memiliki lebih dari 500 perusahaan startup dan perusahaan raksasa yang tergabung didalamnya.

Beberapa member EEA dari Perusahaan Raksasa Dunia adalah : Microsoft, Intel, CME Group, Toyota, Cisco dan bp (British Proteleum).

500 member yang tergabung dalam EEA tersebut bersama-sama mengembangkan teknologi dasar penciptaan Ethereum, Blockchain, yang juga menjadi teknologi dasar penciptaan Bitcoin, dalam hal bisnis terutama pada sisi efektivitas transaksi.

Dengan EEA dengan anggota perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia, memastikan bahwa harga mata uang kripto ETH tidak akan jatuh mendekati titik 0 lagi. Hal ini juga ikut berpengaruh secara tidak langsung kepada mata uang kripto lain, terutama Bitcoin sebagai “Raja” dari mata uang kripto saat ini.

About Wida Yodik

Check Also

Parlemen Ukraina Mengusulkan RUU Pajak untuk Mata Uang Digital

Verkhovna Rada, parlemen Ukraina, telah mengusulkan RUU yang, setelah disahkan menjadi undang-undang, akan membebankan pajak …