Wednesday, February 26, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Naik karena Perjanjian Plafon Hutang

Must Read

Jerman: Boerse Stuttgart Melisting Short ETP Bitcoin

Investor yang mencari cara untuk melakukan Short Bitcoin (BTC) kini memiliki opsi baru di Jerman. Pada 25...

Dolar AS Mereda seiring Pasar yang Berjuang Kembali Pasca Aksi Jual Tajam

Dolar melemah pada hari Selasa menyusul kenaikan kuat baru-baru ini di tengah ekspektasi tinggi bahwa pukulan yang...

EURUSD Berusaha Memperpanjang Pemulihan, Kabar Virus Corona Menjadi Penentu Utama

Pasangan mata uang EURUSD terus berusaha untuk memperpanjang pemulihan yang sempat dibangun sebelumnya. Saat ini Euro bullish membawa pasangan...

Dolar AS melonjak menuju level tertinggi lima minggu pada hari Selasa kemarin setelah Presiden AS, Donald Trump, dan Kongres mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang, mengurangi kekhawatiran akan pemerintah yang gagal bayar.

Indeks US Dollar , yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,5% ke 97,375.

Dolar AS naik terhadap Yen Jepang, dengan pair USDJPY yang naik 0,2% menjadi 108,06.

Pounds jatuh setelah sedikit melambung ketika Boris Johnson, yang dikenal karena sikap garis kerasnya terhadap Brexit, diangkat sebagai Perdana Menteri yang baru dan juga seorang pemimpin Partai Konservatif. Johnson mengalahkan Jeremy Hunt dengan selisih 2 banding 1. Membuat Pounds kembali tertekan terhadap dolar AS (GBPUSD).

Tidak ada pertemuan antara pemerintah Inggris dan Uni Eropa yang diharapkan selama musim panas, dengan pejabat Uni Eropa yang ingin melihat rencana dari Johnson terlebih dahulu, ungkap laporan dari BBC.

Johnson menegaskan kembali dalam pidatonya kepada anggota partai tentang tujuannya meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober, menyatukan partai yang terpisah di Brexit, dan memimpin Tories dalam memenangkan pemilihan umum berikutnya.

Sementara itu, IMF telah menurunkan perkiraan globalnya karena ketidakpastian perdagangan dan Brexit. IMF mengatakan dalam sebuah laporan bahwa risiko penurunan telah memberikan tekanan pada ekonomi global, yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,2% pada 2019 dan 3,5% pada 2020, serta penurunan 0,1% untuk keduanya.

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jerman: Boerse Stuttgart Melisting Short ETP Bitcoin

Investor yang mencari cara untuk melakukan Short Bitcoin (BTC) kini memiliki opsi baru di Jerman. Pada 25...

Dolar AS Mereda seiring Pasar yang Berjuang Kembali Pasca Aksi Jual Tajam

Dolar melemah pada hari Selasa menyusul kenaikan kuat baru-baru ini di tengah ekspektasi tinggi bahwa pukulan yang diantisipasi untuk pertumbuhan ekonomi dari...

EURUSD Berusaha Memperpanjang Pemulihan, Kabar Virus Corona Menjadi Penentu Utama

Pasangan mata uang EURUSD terus berusaha untuk memperpanjang pemulihan yang sempat dibangun sebelumnya. Saat ini Euro bullish membawa pasangan naik menuju ke level harga...

Pembaruan Risiko Mendorong Poundsterling Pulih, Fokus Ke Berita Brexit Inggris-Uni Eropa

Pergerakan pada pasangan mata uang GBPUSD saat ini telah mengalami pemulihan tipis 0,10 persen menuju ke level harga 1,2940. Pemulihan Poundsterling hari ini terjadi...

Emas Turun Dari Puncak 7 Tahun Setelah Pembaruan Risiko Terkait Virus Corona

Pergerakan harga emas melemah menuju ke level harga 1,649 saat setelah pembukaan sesi Asia di hari Selasa (25/2). Sepanjang sesi awal kawasan Asia emas...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -