Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Tersungkur, Perang Dagang Masih Belum Menemukan Resolusi

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Dolar AS turun sedikit untuk membuka perdagangan di sesi Asia hari ini, dengan pembicaraan perdagangan antara AS dan Cina yang menemui rintangan lain dan pasar saham yang jatuh pada hari Selasa kemarin di AS.

Indeks US Dollar yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang telah turun 0. 06 % untuk 9 8 . 94 pada pukul 01:15 GMT. Menurut laporan Bloomberg, pejabat di AS dan Cina menemukan kesulitan untuk mengatur jadwal pertemuan dan mengatakan bahwa AS telah menolak permintaan untuk menunda tarif sekitar $ 110 miliar impor Cina yang mulai berlaku pada akhir pekan kemarin.  

Jim Paulsen, kepala strategi investasi di Leuthold Group mengatakan kepada Bloomberg:

“Ada perbedaan antara di mana kami berada pada hari Jumat dan di mana kami sekarang dalam hal tarif yang benar-benar diberlakukan.”

Bank Rakyat China (PBoC) menetapkan tingkat referensi untuk yuan pada 7,0878, sedikit lebih kuat dari pada hari Selasa 7,0884.

Dolar juga terbebani oleh data dari Institute of Supply Management (ISM), yang melaporkan bahwa indeks manajer pembeliannya untuk Agustus turun menjadi 49,1 di AS, dengan angka di bawah 50, hal ini menunjukkan kontraksi. Data ini, dan angka-angka lain, meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini untuk memacu pertumbuhan.

Investor juga mengawasi mata uang Pounds Inggris, yang jatuh ke level terendah terhadap dolar AS dalam waktu sekitar tiga tahun sebelum mendapatkan beberapa sentimen pemulihan.

Parlemen di Inggris memberontak selama beberapa hari terakhir terhadap Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, sebagai bagian dari upaya mereka untuk mencegah Brexit terjadi tanpa kesepakatan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -