>
Home / berita / Emas Kembali Tertekan Penguatan Indeks US Dollar Dan Gejolak Perang Dagang

Emas Kembali Tertekan Penguatan Indeks US Dollar Dan Gejolak Perang Dagang

Harga emas kembali tertekan saat mencoba menuju level Lower Highnya dalam pandangan teknikal karena terjadinya lonjakan pada indeks US Dollar dan adanya pandangan investor yang masih melihat dolar Amerika sebagai aset teraman dalam menghadapi gejolak perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang kemungkinan dapat memperlambat pertumbuhan perekonomian global.

Hal ini membuat sentimen positif tertuju pada dolar Amerika yang didukung oleh gejolak perdagangan dari ke dua negara tersebut. Segala bentuk atau kabar tentang kurangnya kesepakatan antara Cina dan Amerika Serikat dapat melemahkan mata uang pasar berkembang global (global emerging markets) dan itu berarti, secara relatif akan membuat dolar Amerika dan indeks US Dollar menguat, yang secara otomatis membuat harga emas tersungkur.

Pembicaraan perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat kini telah dijadwalkan untuk dilanjutkan kembali di minggu ini dengan delegasi pejabat Amerika Serikat yang melakukan perjalanan ke Cina untuk putaran negosiasi selanjutnya.

Akan tetapi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di minggu lalu mengatakan bahwa ia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, sebelum batas waktu 1 Maret yang tentu saja mengurangi harapan pasar bahwa pakta perdagangan kedua negara besar tersebut mungkin dapat dicapai lebih cepat (dari yang seharusnya).

Menguatnya indeks US Dollar selama beberapa hari ini dan adanya sentimen positif dolar Amerika membuat para trader dan investor yang tidak menggunakan dolar Amerika lebih memilih untuk mengurangi permintaan mereka akan emas sebagai aset penyimpanan mereka (safe haven).

Analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff, dalam sebuah catatan kepada kliennya, menyebut bahwa penguatan dolar Amerika dan bursa saham global juga merupakan sebagian dari faktor Bearish untuk komoditas emas.

Beberapa analis lain pun melihat bahwa harga emas dan perak pun bisa tersungkur kuat jika indeks US Dollar terus mengalami sentimen penguatan dan terdongkrak naik.

Dengan angka ketenaga kerjaan Amerika Serikat yang masih cukup kuat dan para pelaku pasar cenderung memilih dolar Amerika sebagai aset pengamanan dana mereka, maka tidak ada peluang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi lagi. Mari kita simak saja secara teknikal dan fundamental ya para pembaca.

 

 

 

 

About Mata Trader

Check Also

Warga Korea Selatan Investasikan Rata-Rata $ 6.000 Dalam

Ahli: Proyek Kripto Korea Selatan Ingin Meninggalkan Negara Untuk Bursa Luar Negeri

Jumlah proyek mata uang digital Korea Selatan yang meninggalkan negri Ginseng tersebut untuk mendaftarkan produk …