Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Ancaman Resesi Membuat Harga Emas Melambung Sebagai Safe Haven Asset

Must Read

Dolar Memangkas Kenaikan Karena Pejabat Fed Berhati-hati pada Pertumbuhan

Dolar AS memangkas kenaikannya pada hari Rabu setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve Juli menunjukkan bahwa pejabat...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Bank sentral di seluruh dunia masih mengambil sikap kebijakan moneter yang agresif, hal ini menjadi katalis negatif untuk emas. Namun ancaman  resesi yang semakin realistis terus menjadikan produk berharga sebagai peluang investasi alternatif  yang menarik.

Alwi Assegaf, seorang analis di Global Kapital Investama, mengatakan perdagangan emas tetap menarik karena kemungkinan akan dibeli pada level support selama pergerakan harga emas yang datar. Kemudian, ketika harga mendekati resistance, Anda bisa melakukan aksi jual.

“Dalam jangka panjang, emas  bisa menjadi tempat yang aman bahkan jika harga saham anjlok di pasar saham,” kata Alwi Selasa (28/6/2022). Namun, jika seorang investor membeli  batangan atau logam mulia untuk waktu yang singkat, emas tidak menarik.

Emas berjuang untuk melambung dan tidak dapat menghasilkan imbal hasil yang menarik, belum lagi persyaratan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga tinggi dan menaikkan imbal hasil obligasi AS.

“Sentimen emas saat ini masih  positif dan negatif. Satu-satunya sisi positif adalah bahwa dalam resesi yang disebabkan oleh krisis ekonomi AS dan  perang Rusia-Ukraina, orang mencari emas sebagai aset safe haven,” dia menjelaskan.

Oleh karena itu, Alwi meyakini bahwa harga emas telah flat selama beberapa bulan terakhir dan cenderung flat, mulai dari 1.800 dolar AS hingga 1.875 dolar AS. Emas minggu depan akan diperdagangkan dalam support 1.813 dan resistance  1.847,

Sebagaimana yang telah dilaporkan Reuters, harga emas  pada hari Selasa naik karena imbal hasil Treasury AS turun. Namun tanpa katalis untuk menggerakkan pasar, investor masih menunggu kabar sentimen positif. 

Harga emas spot (XAU/USD) naik sebesar 0,2 persen menjadi 1.825,99 dolar AS per ounce pada pukul 13.25 WIB, Selasa (28/6/2022) menjadi $ 1.825,99 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka naik sebesar 0,2 persen menjadi 1.828 dolar AS.

“Larangan emas Rusia adalah katalis yang tidak pernah ada. Sejak invasi Rusia, aset Rusia tidak digunakan, sehingga larangan emas G7 tidak dapat dikonfirmasi,” kata Analis Pasar Senior Citi Index, Matt Simpson

Analis berjangka DCFX, Lukman Leong menambahkan bahwa investor emas masih menunggu sinyal  kebijakan suku bunga dari European Central Bank (ECB). ECB akan bertemu pada pertemuan berikutnya di bulan Juli. Larangan G7 terhadap emas Rusia tidak akan terlalu terpengaruh dari yang diharapkan dan tidak akan terpengaruh oleh sanksi sebagai pembeli terbesar dari India dan China yang bukan anggota G7.

“Emas masih dalam range terikat minggu ini dan cenderung tertekan oleh perkiraan suku bunga dan rilis data ekonomi utama AS seperti data inflasi PCE dan NFP minggu depan,” kata Lukman, Selasa (28/06/2022).

Ia menambahkan bahwa emas masih bullish dalam jangka panjang dan area support 1.780 dolar AS hingga 1.800 dolar AS dalam jangka pendek merupakan harga yang menarik bagi investor untuk membeli (buying with a dip strategy). Minggu depan, Lukman akan melihat emas  di kisaran 1.800 – 1.840 dolar AS. Selain itu, emas mungkin memiliki koreksi ke bawah dalam jangka pendek. Akibatnya, pemilik emas disarankan untuk pergi jangka panjang dengan mengumpulkan emas pada harga 1.750 dolar AS, 1.780 dolar AS, dan 1.800 dolar AS.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Memangkas Kenaikan Karena Pejabat Fed Berhati-hati pada Pertumbuhan

Dolar AS memangkas kenaikannya pada hari Rabu setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve Juli menunjukkan bahwa pejabat...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...

GOLD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola...

AUDUSD : Analisa Teknikal Harian 18 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, AUDUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak bergerak dalam sebuah pola.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -