Tuesday, January 26, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Bullish Menghentikan Penurunan Tiga Hari Setelah Dolar AS Dalam Nada Penjualan

Must Read

USDCAD Turun Karena Risk On Pasar Global, Masih Menunggu Arahan Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Senin (25/1), pasangan USDCAD turun menuju ke titik paling rendah. Sementara itu untuk saat...

AUDUSD Terbang Di Tengah Kekhawatiran Pandemi dan Keraguan Dana Stimulus AS

Mata uang Dolar Australia naik menjelang pembukaan pasar Eropa melawan Dolar AS hari Senin (25/1). Sebagai mata...

Minyak Mentah Menguat Setelah Irak Memangkas Produksi, Pandemi dan Stimulus Jadi Fokus

Pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI mampu mencatatkan kenaikan yang sangat baik sampai 0,30%. Minyak mentah menguat...

Pergerakan harga emas bullish saat sesi Asia berlangsung hari Rabu (29/4). Kenaikan harga emas tampaknya lebih dipengaruhi oleh bias penurunan di sekitar Dolar AS. Sementara itu sentimen risiko global saat ini tampak sedang mengalami pemulihan. Meski saham Asia diperdagangkan dengan sinyal yang beragam saat sesi Asia berlangsung.

Saat sesi Asia emas bullish menuju ke level harga 1.711 bangkit dari terendah sebelumnya di 1.703. Sebelumnya bahkan logam mulia sempat menyentuh level yang lebih tinggi yaitu di 1.713 namun kembali mundur. Dengan kenaikan ini maka diharapkan mampu menghapuskan momentum penurunan logam mulia yang terjadi selama tiga hari tanpa jeda sejak Senin kemarin.

Saat ini indeks Dxy sebagai tolak ukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama di dunia mengalami penurunan kembal. Indeks Dxy hari ini telah mencatatkan penurunan sampai 0,30% yang pada akhirnya mendukung emas bullish dengan baik. Bahkan aset safe haven lain seperti Yen Jepang mampu diperdagangkan unggul jauh terhadap Dolar AS menuju ke 106,54.

Melemahnya permintaan Dolar AS mungkin terjadi karena sentimen risiko yang mulai kembali dan menjual Dolar AS. Pasalnya indeks S&P 500 saat ini telah mencatatkan kenaikan 1,00% meski beberapa saham justru mengalami penurunan. Walaupun sentimen risiko sedang menguat, tapi permintaan logam mulia tidak mengalami penurunan. Tapi jika memang saham justru kembali mengalami penurunan yang signifikan, bisa saja Dolar AS akan kembali menemukan penawaran beli. Namun secara luas banyak yang mengharapkan harga emas akan mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi. Karena banyak negara yang telah menetapkan kebijakan moneter dan fiskal yang ekstrim dan menjadi sejarah baru ekonomi global. Hal tersebut yang bisa memancing harga emas menjadi lebih tinggi lagi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

USDCAD Turun Karena Risk On Pasar Global, Masih Menunggu Arahan Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Senin (25/1), pasangan USDCAD turun menuju ke titik paling rendah. Sementara itu untuk saat...

AUDUSD Terbang Di Tengah Kekhawatiran Pandemi dan Keraguan Dana Stimulus AS

Mata uang Dolar Australia naik menjelang pembukaan pasar Eropa melawan Dolar AS hari Senin (25/1). Sebagai mata uang berisiko, Dolar Australia mendongkrak...

Minyak Mentah Menguat Setelah Irak Memangkas Produksi, Pandemi dan Stimulus Jadi Fokus

Pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI mampu mencatatkan kenaikan yang sangat baik sampai 0,30%. Minyak mentah menguat terbang sampai menuju ke level...

Dolar Melemah – Fokus ada Pada Paket Stimulus dan Pertemuan Fed

Dolar melemah pada awal perdagangan Eropa Senin, dengan sentimen risiko masih didukung oleh stimulus yang diharapkan menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini.

Harga Minyak Naik, Tetapi Masih Tertahan Dampak Lockdown

Harga minyak naik tipis pada Senin karena kekhawatiran pasokan dan rencana stimulus AS mengimbangi kekhawatiran baru tentang terpukulnya permintaan bahan bakar global...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -