Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Bullish Meski Barometer Risiko Pulih, Fokus Ke Pertemuan G7 dan Suku Bunga RBA

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Sepanjang sesi Asia di hari Selasa ini (3/3) emas bullish mencatat kenaikan sampai 0,46 persen menuju ke level harga 1.593. Pergerakan sentimen risiko global tampak belum terlalu signifikan untuk saat ini ketika adanya harapan langkah global untuk menghadapi virus Corona. Lonjakan kasus di beberapa negara dan pertemuan G7 akan membantu kenaikan lebih tinggi pada logam mulia.

Nanti malam para pembuat kebijakan di G7 akan bertemu untuk membicarakan mengenai ekonomi terkini terutama di tengah serangan virus Corona. Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin dan Ketua Fed, Powell akan memimpin pembicaraan penting tersebut.

Saat ini para pelaku pasar dan investor global sedang mengantisipasi peluang pemotongan suku bunga dan stimulus fiskal oleh pembuat kebijakan global. Sementara itu Presiden Trump memanfaatkan kondisi ini untuk mendorong Fed agar memangkas suku bunganya menjadi lebih rendah lagi. Beberapa komentar dari bank sentral seperti ECB  dan Menteri Keuangan Jepang, Aso juga mendorong nada penghindaran risiko.

Emas bullish lebih tinggi ketika laporan kasus mengalami peningkatan pesat di Italia dan negara lain seperti Inggris dan AS. PM Boris mempersiapkan diri untuk menghadapi perlambatan ekonomi jika wabah virus tersebut akan terus memburuk. Namun pembuat kebijakan dari AS tampak menolak ancaman bahaya yang lebih luas.

Namun pembelian logam mulia tetap terjadi dan membuat emas bullish meskipun tolak ukur sentimen risiko memulihkan diri. Saat ini barometer risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sedang pulih menuju ke 1,14 persen. Aset berisiko lainnya juga mengalami pemulihan ringan seperti S&P 500 dan Nikkei Jepang. Para pedagang selanjutnya akan fokus ke pertemuan kebijakan moneter RBA saat pertengahan sesi Asia pukul 10:30 WIB.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -