Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Kembali Bullish, Pemulihan Sentimen Risiko Masih Membatasi Kenaikan

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Permintaan logam mulia kembali mengalami penguatan menuju ke puncak paling tinggi dalam sesi di hari Rabu (22/4) saat sesi Eropa berlangsung. Emas bullish dan tampak sedang menunggu bagaimana tindakan pedagang emas selanjutnya. Apakah logam mulia mampu mencetak level yang lebih tinggi di atas 1.700 atau justru akan kembali turun.

Sebelumnya logam mulia hanya mampu naik turun sepanjang sesi Asia hari Rabu ini. Namun kemudian emas bullish mampu membalikkan keadaan hari sebelumnya bangkit dari 1.660 yang merupakan terendah sejak dua pekan terakhir. Permintaan Dolar AS mengalami penurunan meski ada optimisme mengenai stimulus tambahan pemerintah AS sampai $484 Miliar. Pelemahan itu sangat menguntungkan bagi logam mulia untuk naik lebih tinggi lagi.

Namun sayangnya banyak yang menilai kenaikan saat ini tidak memiliki katalis utama. Sehingga kenaikan hanya akan berumur pendek karena merupakan aksi ambil untuk para penjual. Sentimen risiko global yang juga sedang pulih mungkin juga akan membatasi emas bullish agar tidak lebih tinggi lagi. Pasalnya saat ini nada risk on telah membawa pasar ekuitas mengalami kenaikan lebih tinggi lagi.

Banyak yang menilai bahwa pandemi virus Corona sudah dekat dengan puncak penyebaran. Hal itu mendorong optimisme global bergabung dengan kesiapan 20 negara bagian AS untuk kembali membuka wilayahnya dan memulai semua aktivitas ekonomi lagi.

Susana risk on juga terlihat pada imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun yang pulih meski masih berada pada level yang rendah. Para pelaku pasar dan investor global akan terus fokus ke dinamika Dolar AS dan juga suasana risiko pasar. Apalagi pada hari ini hampir tidak ada rilis data ekonomi utama dari AS yang mampu menggerakkan pasar.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -