Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Melemah Mengincar Level Terendah Harian, Menunggu Kesaksian Fed Powell

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Perdagangan emas melemah setelah pembukaan sesi dagang kawaan Eropa di hari Selasa (11/2). Saat ini logam mulia kemungkinan akan mengincar lvel paling rendah dalam harian di sekitar level harga 1.566. Dengan penurunan ini maka emas telah memecahkan fase konsolidasi tanpa arah yang terjadi saat sesi Asia berlangsung. Tekanan utama emas saat ini datang dari optimisme global yang menyebabkan permintaan safe haven merosot tajam.

Memang sebelumnya sejak pekan lalu para pelaku pasar dan investor sangat terbebani oleh wabah virus Corona. Bahkan berita pembaruan terkait virus tersebut menjadi penggerak utama pasar global. Tapi walaupun kekhawatiran virus masih cukup kuat, optimisme yang membuat emas melemah datang dari harapan langkah dukungan dari pemerintah China untuk menormalkan pasar. 

Berbagai langkah stimulus ekonomi mungkin akan diambil China untuk mengurangi dampak negatif virus. Tekanan pada harga emas global juga semakin berat ketika imbal hasil obligasi Treasury AS mengalami kenaikan. Sehingga turut memberikan andil pada penurunan logam mulia untuk saat ini. 

Terlebih lagi beberapa waktu terakhir Dolar AS sedang dalam mode pembelian yang cukup kuat. Dorongan penguatan USD terjadi setelah pekan lalu data Non Farm Payrolls disampaikan lebih tinggi dari harapan sebelumnya. Menggambarkan ekonomi AS dalam posisi yang cukup kuat.

Dampaknya emas melemah karena sifatnya yang denominasi Dolar AS. Namun penurunan tampaknya masih cukup terbatas, mengingat keputusan pedagang untuk menahan diri. Mereka memilih untuk menunggu acara utama yaitu kesaksian Fed Powell dalam sebuah acara dan akan menyampaikan pidato terkait ekonomi AS.

Sehingga para pedagang akan lebih baik untuk menunggu aksi-aksi para pedagang lebih lanjut lagi sebelum memutuskan masuk ke perdagangan emas. Kabar terbaru dari wabah virus Corona juga akan menjadi perhatian utama para pedagang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -