Friday, October 7, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Must Read

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju...

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di sekitar level harga 1.624 saat sesi Asia masih berlangsung. Level tersebut merupakan puncak paling tinggi yang pernah tercatat pada Februari 2013 lalu. Dorongan pembelian emas terjadi karena adanya nada penghindaran risiko global yang cukup kuat.

Sementara itu sepanjang tahun 2020 di bulan kedua ini, emas telah mencatat kinerja positif sampai 7%. Sementara itu lawan utama dari logam mulia yaitu Dolar AS yang diukur menggunakan indeks Dolar AS juga mengalami kenaikan sampai 3,5% sepanjang tahun 2020. Secara umum jika Dolar AS naik maka harga emas akan turun karena emas merupakan aset denominasi USD. Namun kenaikan greenback telah gagal untuk menahan laju pembelian logam mulia.

Kegagalan itu dikaitkan dengan penyebab sebenarnya dari kenaikan indeks Dolar AS. Diduga penyebab kenaikan indeks DXY adalah adanya peningkatan pembelian pada yield Treasury AS. Sehingga walaupun indeks melonjak, emas tetap mampu berkinerja dengan positif. Apalagi masalah global seperti virus Corona akan terus menjaga emas bullish sampai virus itu bisa dikendalikan.

Para pelaku pasar dan investor sangat khawatir bahwa dengan wabah tersebut, maka pertumbuhan global akan terganggu. Kemarin China juga telah memberikan sinyal bahwa risiko perlambatan ekonomi benar-benar nyata. Karena bank sentral China memutuskan memangkas suku bunga pinjaman untuk bisa membantu perusahaan-perusahaan dalam negeri.

Momentum emas bullish saat ini akan ditantang oleh rilis data dari kawasan Eropa. Jerman akan merilis data mengenai indeks manajer pembelian saat sesi Eropa berlangsung. Jika data Jerman itu lebih buruk, maka bisa saja emas akan melonjak lebih tinggi. Karena ancaman resesi ekonomi Jerman semakin dekat.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang ekonomi terbesar...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju untuk memperketat pasokan global dengan...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -