Tuesday, July 14, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Menguat Di Tengah Optimisme Kesepakatan Dagang AS dan China, Fokus Ke IHK AS

Must Read

CEO OKEx, Jay Hao: Dogecoin Bukanlah Lelucon

Jay Hao - CEO pertukaran crypto utama OKEx - membuat pernyataan positif tentang meme cryptocurrency Dogecoin (DOGE).

Kesulitan Penambangan Bitcoin Mencapai Rekor Tertinggi 17,3 Triliun

Setelah tingkat hash Bitcoin rekor tinggi pekan lalu, penyesuaian kesulitan terbaru melihat perubahan + 9,89%, membawa level...

Korea Selatan akan Mengeluarkan Pajak Crypto Sebesar 20%

Anggota sektor swasta Korea Selatan baru-baru ini membahas RUU perpajakan terkait crypto yang dimaksudkan untuk menetapkan pajak...

Permintaan logam mulia emas beberapa waktu terakhir semakin menarik setelah sempat melonjak tinggi akibat konflik geopolitik AS dan Iran. Pasca meredanya eskalasi perang antara AS dan Iran, harga emas merosot menuju ke level terendah di 1.536. Setelah mencapai level itu, emas menguat memulihkan segala penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Sayangnya saat ini logam mulia mendapatkan penolakan ketika sampai pada level harga 1.545.

Saat sesi Asia berlangsung tadi pagi, harga logam mulia sudah merosot mencapai level paling rendah selama dua pekan terakhir karena selera risiko yang mendominasi pasar. Terlebih lagi tadi pagi China merilis data mengenai perdagangan dengan hasil yang sangat memuaskan para pedagang. Selain itu emas juga semakin tersiksa ketika sudah mendekati acara utama penandatanganan kesepakatan dagang tahap awal AS dan China.

Tapi bagaimanapun juga pada akhirnya emas menguat mampu mematahkan sentimen risiko yang sedang menguasai perdagangan. Beberapa aset berisiko mengalami penurunan seperti indeks S&P 500 yang kehilangan 0,20 persen. Disusul oleh yield Treasury yang merosot pada semua kurva tenor.

Tantangan utama emas saat ini adalah kesepakatan dagang antara AS dengan China yang segera ditandatangani. Pasalnya hal itu membuat minat pasar terhadap aset berisiko menguat dan mulai meninggalkan aset penghindaran risiko seperti logam mulia. 

Tapi dengan melihat sejarah pergerakan emas yang turut melonjak disaat Wall Street mencetak sejarah puncak tertinggi, maka bukan tidak mungkin emas menguat kembali walaupun selera risiko cukup kuat.

Selanjutnya harga logam mulia akan mengawasi rilis data ekonomi dari AS. Nanti malam AS akan merilis data mengenai indeks harga konsumen. Saat ini memang emas mengalami penurunan ringan karena pemulihan USD menjelang rilis data utama tersebut. Diprediksi data akan berada pada hasil 2,3 persen tahun ke tahun dari sebelumnya di 2,1 persen.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

CEO OKEx, Jay Hao: Dogecoin Bukanlah Lelucon

Jay Hao - CEO pertukaran crypto utama OKEx - membuat pernyataan positif tentang meme cryptocurrency Dogecoin (DOGE).

Kesulitan Penambangan Bitcoin Mencapai Rekor Tertinggi 17,3 Triliun

Setelah tingkat hash Bitcoin rekor tinggi pekan lalu, penyesuaian kesulitan terbaru melihat perubahan + 9,89%, membawa level ke level tertinggi baru sepanjang...

Korea Selatan akan Mengeluarkan Pajak Crypto Sebesar 20%

Anggota sektor swasta Korea Selatan baru-baru ini membahas RUU perpajakan terkait crypto yang dimaksudkan untuk menetapkan pajak capital gain untuk cryptocurrency. Selama...

Co-Founder Ketiga Scam Centra Tech Akan Mengaku Bersalah

Sohrab Sharma, salah satu pendiri perusahaan cryptocurrency Centra Tech menghadapi tuduhan terkait penipuan koin awal senilai $ 25 juta, dilaporkan berencana untuk...

Coincheck Mendukung Perdagangan untuk Token BAT

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Jepang, Coincheck, akan segera menawarkan dukungan bagi pemegang token BAT. Menurut pengumuman 13 Juli...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -