Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Menguat Kembali Setelah Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Permintaan beli di sekitar logam mulia mengalami kenaikan yang cukup tajam beberapa waktu terakhir. Ada beberapa faktor gabungan yang membuat para pedagang memindahkan investasi ke aset safe haven seperti logam mulia. Permintaan emas menguat setelah ketegangan Timur Tengah kembali pecah karena adanya serangan dari AS. Selain itu kesepakatan dagang yang belum jelas rinciannya turut mendukung safe haven.

Pada hari Jumat ini (3/1) emas sedang diperdagangkan di sekitar level harga 1.538 per troy ounce saat sesi Asia berlangsung. Lonjakan tersebut mewakili pertambahan nilai emas sekitar 0,63 persen dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya. Bahkan pembukaan tahun 2020 ini, emas menguat sampai 1,42 persen hanya berselang tiga hari saja.

Sebelumnya memang para pelaku pasar dan investor menerima beberapa optimisme seputar kesepakatan dagang. Presiden Trump menyampaikan lewat akun Twitternya bahwa kesepakatan akan ditandatangani AS dan China pada 15 Januari mendatang. Hal itu memicu gelombang perpindahan investasi ke aset berisiko.

Namun hal itu bukan berarti permintaan emas menurun, justru emas terus mengalami penguatan meskipun optimisme damai AS dan China terus meluas. Harga emas global justru menguat menuju ke puncak yang tercatat tahun 2019 lalu. Logam mulia mampu berkinerja dengan baik sepanjang tahun 2019 kemarin. Emas mencatat kenaikan sampai 18 persen sepanjang tahun 2019 karena gejolak pasar yang memberikan ketidakpastian.

Emas menguat pada hari inii terkait dengan adanya penurunan di sekitar Dolar AS. Saat in indeks Dolar AS menurun menuju ke level terendah sejak bulan Juli 2019 lalu. Faktor lain yang membuat emas melonjak adalah ketegangan Timur Tengah setelah AS meluncurkan rudal yang menyasar bandara Internasional Baghdad dan menewaskan Qassim Soleimani.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -