Sunday, August 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Naik Meneruskan Pembalikan Hari Senin Setelah Dolar AS Melemah

Must Read

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata...

Pergerakan harga logam mulia tampak berusaha memperpanjang momentum pembalikan yang terjadi sejak Senin kemarin. Pada hari Selasa ini (16/6) emas naik kembali menuju ke level harga 1.724 berusaha memperpanjang kebangkitan dari 1.704. Pendorong utama kenaikan harga emas saat ini adalah posisi Dolar AS yang sedang dalam pelemahan yang luas.

Saat sesi pertengahan Asia, emas naik menuju ke dekat 1.722 atau mewakili kenaikan sampai 0,16%. Sementara itu lawan utama logam mulia di pasar global yaitu Dolar AS mengalami pelemahan 0,12%. Indeks Dxy mencatatkan penurunan menuju ke level 96,50 baru-baru ini. Bahkan pada hari Senin kemarin, pengukur kekuatan greenback tersebut sempat mengalami penurunan sangat besar 0,50%.

Momentum pelemahan Dolar AS itu dimanfaatkan dengan baik bagi logam mulia untuk kembali mencatatkan kinerja positif. Apalagi sebelumnya bank sentral AS memberikan pengumuman akan melakukan pembelian obligasi untuk korporasi. Pembelian itu akan dilakukan dalam pasar sekunder atau SMCCF.

Sebelumnya memang bank sentral sudah merilis banyak sekali fasilitas khusus dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Langkah itu diambil untuk menjaga agar fungsi pasar tetap bertahan di tengah perlambatan akibat pandemi virus Corona. Dari semua langkah tersebut sudah mulai membuahkan hasil. Keseimbangan telah mengalami kenaikan diatas $ 3 Triliun sejak akhir Februari lalu.

Tapi emas naik saat ini tidak akan mampu bertahan lama jika China dan beberapa negara lain melaporkan lonjakan kasus virus Corona baru. Pada perdagangan hari Senin kemarin, pasar saham Asia dan Eropa negatif karena kekhawatiran terjadinya serangan gelombang kedua pandemi virus Corona. Jika risiko tetap kuat, maka USD akan menderita kerugian lebih panjang. S&P 500 saat ini naik sampai 0,80%.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi pemerintah terbesar di dunia pada...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata uang Euro ini telah membawa...

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas...

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -