Tuesday, January 26, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Harga Emas Turun Di Tengah Panasnya Hubungan AS dan China

Must Read

USDCAD Turun Karena Risk On Pasar Global, Masih Menunggu Arahan Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Senin (25/1), pasangan USDCAD turun menuju ke titik paling rendah. Sementara itu untuk saat...

AUDUSD Terbang Di Tengah Kekhawatiran Pandemi dan Keraguan Dana Stimulus AS

Mata uang Dolar Australia naik menjelang pembukaan pasar Eropa melawan Dolar AS hari Senin (25/1). Sebagai mata...

Minyak Mentah Menguat Setelah Irak Memangkas Produksi, Pandemi dan Stimulus Jadi Fokus

Pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI mampu mencatatkan kenaikan yang sangat baik sampai 0,30%. Minyak mentah menguat...

Harga emas turun kembali menjauh dari puncak yang dicatatkan pada hari sebelumnya. Saat ini emas sedang berada di sekitar level harga 1.698 saat sesi Asia berlangsung di hari Selasa ini (5/5). Tampaknya logam mulia akan kembali menguji level di atas 1.700 setelah menguji level utama tersebut. Penurunan beberapa waktu terakhir mungkin terjadi karena adanya pemulihan risiko di Asia.

Memang pada perdagangan tadi malam, harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan dalam dua sesi tadi malam, emas melonjak karena nada penghindaran risiko yang cukup mendominasi. Pemerintahan AS di bawah Trump terus meningkatkan tuduhan kepada China mengenai pandemi virus Corona.

Tidak tinggal diam, China memberikan tanggapan sesuai yang disampaikan oleh Global Times. China mengatakan bahwa tuduhan itu adalah usaha untuk menarik perhatian para pemilih AS. WHO juga memberikan konfirmasi bahwa bukti-bukti tuduhan AS kepada China belum dikirimkan kepada WHO. Terutama tuduhan yang mengatakan bahwa virus Corona berasal dari Institut Virologi Wuhan China.

Tapi sebenarnya harga emas turun tidak akan bertahan lebih lama mengingat banyak pihak yang menekankan bahwa China harus bertanggung jawab atas pandemi ini. Dilansir dari Reuters, bahwa intelijen China melaporkan permusuhan kepada China terus meningkat pasca pandemi virus Corona. Dampaknya juga menyebabkan hubungan AS dan China kembali memanas.

Saat ini setelah harga emas turun, para pembeli mulai kembali masuk ke pasar. Logam mulia bertahan naik turun di sekitar level harga 1.700 beberapa waktu terakhir. Ahli analisa dari TD Securities mengatakan disinflasi akan mendorong suku bunga riil lebih meningkat. Sehingga menyebabkan peminat logam mulia mengalami penurunan dalam jangka pendek yang berdampak ke penurunan harga emas.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

USDCAD Turun Karena Risk On Pasar Global, Masih Menunggu Arahan Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Senin (25/1), pasangan USDCAD turun menuju ke titik paling rendah. Sementara itu untuk saat...

AUDUSD Terbang Di Tengah Kekhawatiran Pandemi dan Keraguan Dana Stimulus AS

Mata uang Dolar Australia naik menjelang pembukaan pasar Eropa melawan Dolar AS hari Senin (25/1). Sebagai mata uang berisiko, Dolar Australia mendongkrak...

Minyak Mentah Menguat Setelah Irak Memangkas Produksi, Pandemi dan Stimulus Jadi Fokus

Pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI mampu mencatatkan kenaikan yang sangat baik sampai 0,30%. Minyak mentah menguat terbang sampai menuju ke level...

Dolar Melemah – Fokus ada Pada Paket Stimulus dan Pertemuan Fed

Dolar melemah pada awal perdagangan Eropa Senin, dengan sentimen risiko masih didukung oleh stimulus yang diharapkan menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini.

Harga Minyak Naik, Tetapi Masih Tertahan Dampak Lockdown

Harga minyak naik tipis pada Senin karena kekhawatiran pasokan dan rencana stimulus AS mengimbangi kekhawatiran baru tentang terpukulnya permintaan bahan bakar global...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -