Wednesday, October 21, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

AUDJPY Melonjak Setelah RBA Meruntuhkan Spekulasi Suku Bunga Negatif

Must Read

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia naik beberapa saat setelah rilis hasil pertemuan RBA. Dengan kenaikan itu berhasil membawa pasangan AUDJPY untuk naik 10 pip menuju ke nilai tukar 75,40 yang merupakan puncak enam pekan terakhir. Beberapa saat yang lalu bank sentral Australia memberikan pernyataan bahwa suku bunga level negatif tidak mungkin dibutuhkan untuk saat ini.

Sebelumnya pada Q2 2020, bank sentral sudah melakukan pemangkasan suku bunga menuju ke titik yang paling rendah di 0,25%. Bersama dengan kebijakan suku bunga sangat rendah itu, RBA juga merilis program pembelian aset-aset ketika pasar saham mengalami kejatuhan. Banyak investor yang sangat khawatir terjadi resesi ekonomi. Sehingga berdampak ke jatuhnya pasar saham dan memaksa RBA menyalurkan pembelian obligasi.

Sampai saat ini berdasarkan pertemuan beberapa jam terakhir, RBA memandang tidak butuh tindakan pada stimulus yang sudah dijalankan kemarin. Suku bunga tidak mengalami perubahan dan tingkat target yield Treasury dalam 3 tahun juga tetap. Semua itu baru akan disesuaikan kembali jika ada kemajuan pada sektor lapangan kerja penuh waktu dan juga tingkat inflasi sesuai harapan.

Pada akhirnya apa yang disampaikan oleh RBA mampu membawa Dolar Australia naik. Menghapuskan segala spekulasi bahwa RBA akan memberlakukan suku bunga negatif karena ekonomi yang terus turun.

Perlu diketahui saat ini yield Treasury Aussie 3 tahun sudah berada di atas target yaitu 0,25%. Namun sampai sekarang RBA juga belum mendorong pembelian obligasi yang lebih tinggi. Jika memang imbal hasil terus mencatatkan kenaikan maka akan menekan momentum Dolar Australia naik. Sehingga mata uang negeri Kangguru itu bisa kembali mencatatkan pelemahan melawan safe haven Yen Jepang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...

GOLD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola...

AUDUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, AUDUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak bergerak dalam sebuah pola.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -