Wednesday, December 1, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

AUDJPY Turun Tajam Pasca RBA Berdama dengan Risk Off Pasar Global

Must Read

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya,...

Dolar Australia melemah ketika melawan Yen Jepang setelah RBA melangsungkan pertemuan kebijakan moneter tadi pagi. Dengan pelemahan ini maka berhasil membawa pasangan AUDJPY untuk turun dari nilai tukar 75,73 menuju ke 75,45. Salah satu hal yang menyebabkan nada penjualan Dolar Australia adalah adanya tanda bahwa RBA akan melakukan intervensi terhadap nilai tukar AUD.

Selain itu saat ini sentimen risiko global juga kura mendukung Dolar Australia. Masalah AS-China bergabung dengan kenaikan kasus virus Corona menyebabkan aliran risk off berlaku. Sehingga menyebabkan Yen Jepang menguat dan membawa pasangan terjun ke titik paling rendah sejak 3 Agustus kemarin.

Bahkan akibat risk off yang berlalu, menyebabkan Dolar Australia melemah dan mencatatkan kinerja terburuk sejak dua pekan lalu melawan Yen Jepang. Kenaikan kasus virus Corona yang terjadi di kawasan Eropa dan Inggris menyebabkan minat Yen Jepang terus menguat.

Sementara itu pada pernyataan kebijakan moneter beberapa jam lalu, Gubernur RBA yaitu Deblle mengatakan akan terus memberi penilaian pada pilihan kebijakan moneter yang ada. Untuk pilihan yang tersedia adalah pembelian obligasi dan juga melakukan intervensi terhadap valuta asing.

Hubungan AS dan China yang terus memburuk turut menyebabkan Dolar Australia melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (22/9). Menlu As yaitu Mike Pompeo mengungkapkan rasa terimakasih kepada Perancis, Jerman dan Inggris yang juga menolak Laut China Selatan atas klaim dari Beijing di dalam PBB.

Bersama dengan pelemahan permintaan Dolar Australia, beberapa aset global berisiko lain seperti kontrak berjangka S&P 500 juga turun 0,23%. Untuk arah AUDJPY selanjutnya mungkin akan menunggu dinamika sentimen risiko. Mengingat pedagang Tokyo saat ini masih libur nasional dan membatasi volume perdagangan kedepannya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama akan menghentikan rencana untuk...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, karena kekhawatiran bahwa varian baru...

Kelly Strategic Management Mengajukan ETF Ethereum Futures

Perusahaan investasi yang berbasis di Denver, Kelly Strategic Management telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur ke kontrak...

Minyak Coba Memulihkan Beberapa Kerugian Karena Omicron

Pasar minyak memulihkan beberapa kerugian mengejutkan pekan lalu yang dipicu oleh kepanikan atas varian Omicron dari Covid setelah beberapa mengatakan bahwa jenisnya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -