Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

AUDUSD Naik Setelah RBA Berkomentar Positif, Risk Off Membatasi Kenaikan

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bullish beberapa saat yang lalu. Kenaikan permintaan berhasil membantu pasangan AUDUSD untuk bangkit dari titik paling rendah terbarunya. Dorongan utama yang membantu kenaikan AUDUSD adalah hasil pertemuan rapat kebijakan dari bank sentral Australia untuk bulan September. Beberapa data ekonomi juga membantu AUD untuk mencetak nada permintaan yang tinggi.

Pada pertemuan itu, RBA mengatakan bahwa penurunan ekonomi Aussie akibat pandemi tidak seburuk yang diprediksi. Pemulihan ekonomi sedang berlangsung sampai saat ini. Sayangnya RBA mengatakan bahwa pemulihan ekonomi tidak bisa merata di semua wilayah. Upah dan harga masih pada kondisi yang stagnan dan membuka peluang adanya stimulus ekonomi lanjutan.

Komentar hawkish yang disampaikan oleh RBA memang membawa Dolar Australia bullish. Sayangnya ada beban yang harus ditanggung oleh AUD setelah data indeks harga rumah Aussie mengecewakan. Data itu dilaporkan turun lebih suram menuju ke -1,8% dari harapan awal di -1,0% dan kenaikan sebelumnya di +1,6%. Hasil ini otomatis membatasi upaya pemulihan AUDUSD untuk sekarang.

Saat ini AUDUSD masih bertahan di sekitar nilai tukar 0,7292 bangkit dari sebelumnya di 0,7272. Pergerakan Dolar Australia bullish selanjutnya juga akan sangat bergantung pada data ekonomi China mengenai penjualan eceran dan produksi sektor industri. Hasil data ini kan sangat mempengaruhi Dolar Australia karena Aussie adalah rekan utama perdagangan China.

Selain itu pembaruan arah risiko bagaimanapun juga tidak bisa dilupakan. Arah risiko yang cenderung risk off akan membatasi upaya pemulihan AUDUSD. Pasalnya saham Asia seperti Nikkei 225 mengalami penurunan cukup dalam sampai 0,80%. Sementara itu kontrak berjangka S&P 500 juga turun tipis 0,10%. Ketegangan AS-China tampaknya menyebabkan risk off berlaku.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -