Friday, October 7, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

AUDUSD Turun Kembali Karena IMP China Mengecewakan

Must Read

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju...

Pasangan mata uang AUDUSD terus berada pada level nilai tukar yang menurun saat sesi Asia berlangsung di hari Kamis ini (30/4). Dolar Australia melemah setelah data ekonomi China dilaporkan dengan hasil yang sangat mengecewakan. Australia sendiri merupakan rekan perdagangan utama China. Sehingga data ekonomi China sangat berpengaruh bagi mata uang Australia.

Data ekonomi China mengenai IMP Manufaktur pemerintah perusahaan BUMN mengalami penurunan menuju ke 50,8. Data itu lebih rendah dari harapan sebelumnya yang berada di 51 dan laporan data sebelumnya di 52,00. Dengan penurunan dari data sebelumnya maka menggambarkan bahwa sektor manufaktur China sedang mengalami perlambatan.

Hasil data yang mengecewakan membuat nilai tukar Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS. Saat ini nilai tukar pasangan mata uang AUDUSD berada di sekitar level 0,6536 sepanjang sesi awal kawasan Asia. Selain data China yang mengecewakan, ada faktor lain yang menyebabkan mata uang Negeri Kanguru mengalami pelemahan.

Beberapa saat yang lalu Presiden Trump menyampaikan komentar dengan nada yang sangat bearish. Dia mengatakan bahwa kesepakatan dagang AS dan China sangat menecewakan akibat pandemi virus Corona yang berasal dari China. Trump juga mengklaim bahwa China akan melakukan segala cara agar Trump mengalami kekalahan pada pemilihan Presiden AS akhir tahun 2020 ini.

Komentar yang sangat bearish itu menyebabkan permintaan Dolar Australia melemah dan menyebabkan nilai tukarnya turun. Karena panasnya hubungan kedua negara akan mengancam perang dagang tahap selanjutnya yang lebih parah lagi.  Bersamaan dengan berita tersebut, kontrak berjangka S&P 500 juga mengalami penurunan ringan 0,10% beberapa waktu terakhir. Pasangan AUDUSD selanjutnya akan terus mengawasi gejolak pasar akibat berita virus Corona yang terbaru.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang ekonomi terbesar...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju untuk memperketat pasokan global dengan...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -