Sunday, January 29, 2023
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

AUDUSD Turun Kembali Karena IMP China Mengecewakan

Must Read

ISDA Merilis Definisi Standar untuk Derivatif Kripto

International Swaps and Derivatives Association (ISDA) sedang mengerjakan dua makalah untuk mengatasi risiko hukum mendasar di pasar...

Senator Negara Bagian Mendorong RUU untuk Legal Tender Bitcoin di Arizona

Wendy Rogers, seorang senator negara bagian Arizona di Amerika Serikat, telah meluncurkan RUU mengenai cryptocurrency, termasuk yang...

Minyak Menguat Karena Data Ekonomi AS yang Optimis

Harga minyak naik untuk sesi kedua pada hari Jumat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat...

Pasangan mata uang AUDUSD terus berada pada level nilai tukar yang menurun saat sesi Asia berlangsung di hari Kamis ini (30/4). Dolar Australia melemah setelah data ekonomi China dilaporkan dengan hasil yang sangat mengecewakan. Australia sendiri merupakan rekan perdagangan utama China. Sehingga data ekonomi China sangat berpengaruh bagi mata uang Australia.

Data ekonomi China mengenai IMP Manufaktur pemerintah perusahaan BUMN mengalami penurunan menuju ke 50,8. Data itu lebih rendah dari harapan sebelumnya yang berada di 51 dan laporan data sebelumnya di 52,00. Dengan penurunan dari data sebelumnya maka menggambarkan bahwa sektor manufaktur China sedang mengalami perlambatan.

Hasil data yang mengecewakan membuat nilai tukar Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS. Saat ini nilai tukar pasangan mata uang AUDUSD berada di sekitar level 0,6536 sepanjang sesi awal kawasan Asia. Selain data China yang mengecewakan, ada faktor lain yang menyebabkan mata uang Negeri Kanguru mengalami pelemahan.

Beberapa saat yang lalu Presiden Trump menyampaikan komentar dengan nada yang sangat bearish. Dia mengatakan bahwa kesepakatan dagang AS dan China sangat menecewakan akibat pandemi virus Corona yang berasal dari China. Trump juga mengklaim bahwa China akan melakukan segala cara agar Trump mengalami kekalahan pada pemilihan Presiden AS akhir tahun 2020 ini.

Komentar yang sangat bearish itu menyebabkan permintaan Dolar Australia melemah dan menyebabkan nilai tukarnya turun. Karena panasnya hubungan kedua negara akan mengancam perang dagang tahap selanjutnya yang lebih parah lagi.  Bersamaan dengan berita tersebut, kontrak berjangka S&P 500 juga mengalami penurunan ringan 0,10% beberapa waktu terakhir. Pasangan AUDUSD selanjutnya akan terus mengawasi gejolak pasar akibat berita virus Corona yang terbaru.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

ISDA Merilis Definisi Standar untuk Derivatif Kripto

International Swaps and Derivatives Association (ISDA) sedang mengerjakan dua makalah untuk mengatasi risiko hukum mendasar di pasar...

Senator Negara Bagian Mendorong RUU untuk Legal Tender Bitcoin di Arizona

Wendy Rogers, seorang senator negara bagian Arizona di Amerika Serikat, telah meluncurkan RUU mengenai cryptocurrency, termasuk yang bertujuan untuk membuat Bitcoin (BTC)...

Minyak Menguat Karena Data Ekonomi AS yang Optimis

Harga minyak naik untuk sesi kedua pada hari Jumat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, margin penyulingan distilat...

Dolar Berdetak Jelang Pertemuan Bank Sentral Minggu Depan

Dolar naik tipis pada hari Jumat untuk menarik diri dari posisi terendah multi-bulan terhadap euro dan sterling, karena investor mulai melatih pandangan...

Yen Menguat Karena Pertaruhan Kebijakan BOJ, Euro Melemah Menjelang Pertemuan ECB

Yen menguat terhadap dollar pada hari Jumat karena pembacaan inflasi Tokyo yang memanas mendorong spekulasi bahwa pivot hawkish dari Bank of Japan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -