Thursday, October 1, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Must Read

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu...

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu katalis yang membawa Dolar Australia menjauh dari titik tertinggi adalah pernyataan yang disampaikan oleh RBA dalam tinjauan kebijakan tiga bulanan atau SoMP. RBA mengatakan bahwa pemulihan ekonomi akan lambar dari apa yang diprediksi pada bulan Mei lalu.

Untuk tingkat lapangan kerja dan juga jam kerja akan pulih mengikuti peningkatan angka PDB pada kuartal bulan September. Hancurnya prospek itu disebabkan oleh pembatasan aktivitas yang kembali diberlakukan karena kenaikan kasus di kawasan Australia.

Kemudian RBA juga mengatakan tingkat inflasi mungkin akan terus membuat pertumbuhan upah lebih rendah. Kapasitas cadangan substansial pada perekonomian dan proyeksi tekanan ekonomi sampai 6% pada 2020. Dalam enam bulan kedepan tingkat pengangguran Aussie juga diprediksi akan naik menuju ke 10%. Komentar yang cenderung dovish ini menyebabkan Dolar Australia bearish sepanjang sesi Asia.

Pergerakan pasangan mata uang AUDUSD masih berpotensi untuk mencatatkan beberapa penurunan yang lebih dalam. Kondisi itu akan terjadi jika memang saat siang hari pasar ekuitas global mengalami penurunan. Faktor yang bisa berisiko menyebabkan ekuitas turun adalah dinamika kesepakatan kebijakan fiskal AS yang belum menemui titik terang sama sekali.

Antara kedua partai yang terus berdebat yaitu Republik dan Demokrat terus dalam perbedaan pendapat yang membuat rencana dana bantuan tidak segera bisa disepakati. Sehingga masalah itu tampaknya akan menjadi katalis penggerak sentimen risiko global.

Selain itu masalah antara AS dan China juga akan menjadi penentu apakah Dolar Australia bearish bisa bertahan lebih lama atau tidak. Kemudian kondisi pandemi virus Corona di Australia juga akan menentukan permintaan Dolar Australia untuk beberapa waktu kedepan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat laju pemulihan permintaan dan melawan...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (30/9). Penguatan Dolar AS membawa...

NZDUSD Turun Setelah Data Caixin China Pesimis Bersama Sikap Hati-hati Debat Calon Presiden AS

Permintaan terhadap mata uang Dolar New Zealand mengalami penurunan saat sesi pertengahan Asia hari Rabu (30/9). Dengan pelemahan ini maka menyebabkan NZDUSD...

AUDJPY Turun Meski Data Ekonomi China Mengesankan Di Tengah Langkah Hati-hati Ketika Debat Calon Presiden AS

Mata uang Dolar Australia melemah saat sesi awal Asia hari Rabu (30/9) dan membawa pasangan AUDJPY untuk turun lebih dalam lagi. Padahal...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -