Monday, August 10, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Berita Stimulus Dari Inggris Mendorong GBPJPY Untuk Mendaki Kembali

Must Read

GBPUSD Bangkit Kembali Setelah Memanfaatkan Kegagalan Pemulihan Dolar AS

Sepanjang sesi akhir Asia hari Senin ini (10/8) pasangan mata uang GBPUSD mampu bergerak positif dengan mencatatkan...

EURUSD Hari Ini Tanpa Arah Menunggu Berita Stimulus AS dan Pembaruan Arah Risiko

Arah EURUSD hari ini tampak tidak begitu jelas hanya naik turun ketika berhadapan dengan Dolar AS di...

Harga Minyak Mentah Berpeluang Naik Pasca Komentar Aramco, Arah Risiko Akan Terus Diperhatikan

Beberapa saat yang lalu ada berita yang langsung meluas mengenai komentar yang disampaikan oleh produsen minyak Arab...

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris naik dan berhasil membawa pasangan GBPJPY untuk mencatatkan beberapa bias bullish. Pasangan saat ini berada di sekitar nilai tukar 135,15 atau mencatatkan bullish 0,11% sepanjang sesi Asia di awal pekan hari Senin (13/7). Salah satu faktor pendorong kenaikan pasangan adalah berita mengenai stimulus dari para pembuat kebijakan Inggris. Sayangnya masalah Brexit dan geopolitik masih membebani kenaikan tersebut.

Kemarin Kanselir Inggris yaitu Rishi Sunka mengumumkan bahwa akan meluncurkan kembali stimulus ekonomi yang lebih besar. Dana itu ditujukan untuk bisa mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi Inggris yang terus memburuk dari waktu ke waktu. Dilansir dari Telegraph, Rishi Sunak menyiakan bantuan pemangkasan pajak dan mengubah UU perencanaan.

Sementara itu dilansir dari Reuters Menteri Kabinet yaitu Michael Gove mengatakan akhirnya di tahun 2020 ini Inggris lepas dari perjanjian pasar tunggal terlepas apakah bisa mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa atau tidak. Gove mengklaim bahwa status baru ini akan membawa peluang yang cukup besar dan juga perubahan yang sangat penting disiapkan.

Setelah adanya berita mengenai stimulus dari pemerintah Inggris tersebut, mata uang Poundsterling Inggris naik cukup signifikan. Pergerakan naik GBPJPY tampaknya juga sudah senada dengan arah sentimen risiko global. Kontrak berjangka S&P 500 mencatatkan kenaikan sampai 0,40% baru-baru ini. Tapi sayangnya yield Treasury tenor 10 tahun tidak berubah tetap di 0,63% karena sesi awal pekan.

Tantangan utama Poundsterling Inggris naik adalah berita terbaru mengenai pembicaraan Brexit. Selain itu masalah virus Corona di Inggris juga tidak bisa diabaikan saja mengingat jumlahnya masih cukup tinggi. Campur tangan Inggris pada masalah Hong Kong dengan China juga turut mengancam kenaikan Pound baru-baru ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Bangkit Kembali Setelah Memanfaatkan Kegagalan Pemulihan Dolar AS

Sepanjang sesi akhir Asia hari Senin ini (10/8) pasangan mata uang GBPUSD mampu bergerak positif dengan mencatatkan...

EURUSD Hari Ini Tanpa Arah Menunggu Berita Stimulus AS dan Pembaruan Arah Risiko

Arah EURUSD hari ini tampak tidak begitu jelas hanya naik turun ketika berhadapan dengan Dolar AS di sepanjang sesi Asia hari Senin...

Harga Minyak Mentah Berpeluang Naik Pasca Komentar Aramco, Arah Risiko Akan Terus Diperhatikan

Beberapa saat yang lalu ada berita yang langsung meluas mengenai komentar yang disampaikan oleh produsen minyak Arab Saudi yaitu Aramco. Pasca komentar...

Data China Gagal Membawa AUDJPY Naik, Dolar Australia Terbebani Masalah Dalam Negeri

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia melemah lebih panjang sepanjang sesi Asia hari Senin ini (10/8). Mata uang Dolar Australia gagal untuk...

Kava Labs Bermitra dengan BNB48 Club, Untuk Apa?

Kava Labs mengumumkan kolaborasi baru dengan klub investor BNB - BNB48. Platform populer ditambahkan dalam siaran pers bahwa berdasarkan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -