Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Berita Stimulus Dari Inggris Mendorong GBPJPY Untuk Mendaki Kembali

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris naik dan berhasil membawa pasangan GBPJPY untuk mencatatkan beberapa bias bullish. Pasangan saat ini berada di sekitar nilai tukar 135,15 atau mencatatkan bullish 0,11% sepanjang sesi Asia di awal pekan hari Senin (13/7). Salah satu faktor pendorong kenaikan pasangan adalah berita mengenai stimulus dari para pembuat kebijakan Inggris. Sayangnya masalah Brexit dan geopolitik masih membebani kenaikan tersebut.

Kemarin Kanselir Inggris yaitu Rishi Sunka mengumumkan bahwa akan meluncurkan kembali stimulus ekonomi yang lebih besar. Dana itu ditujukan untuk bisa mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi Inggris yang terus memburuk dari waktu ke waktu. Dilansir dari Telegraph, Rishi Sunak menyiakan bantuan pemangkasan pajak dan mengubah UU perencanaan.

Sementara itu dilansir dari Reuters Menteri Kabinet yaitu Michael Gove mengatakan akhirnya di tahun 2020 ini Inggris lepas dari perjanjian pasar tunggal terlepas apakah bisa mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa atau tidak. Gove mengklaim bahwa status baru ini akan membawa peluang yang cukup besar dan juga perubahan yang sangat penting disiapkan.

Setelah adanya berita mengenai stimulus dari pemerintah Inggris tersebut, mata uang Poundsterling Inggris naik cukup signifikan. Pergerakan naik GBPJPY tampaknya juga sudah senada dengan arah sentimen risiko global. Kontrak berjangka S&P 500 mencatatkan kenaikan sampai 0,40% baru-baru ini. Tapi sayangnya yield Treasury tenor 10 tahun tidak berubah tetap di 0,63% karena sesi awal pekan.

Tantangan utama Poundsterling Inggris naik adalah berita terbaru mengenai pembicaraan Brexit. Selain itu masalah virus Corona di Inggris juga tidak bisa diabaikan saja mengingat jumlahnya masih cukup tinggi. Campur tangan Inggris pada masalah Hong Kong dengan China juga turut mengancam kenaikan Pound baru-baru ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -