Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dampak Risalah Fed Dolar AS Tertekan, Harga Emas Naik

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Perdagangan komoditas khususnya emas pada hari ini Kamis (10/1) menunjukkan dampak dari Fed. Harga emas naik setelah posisi Dolar AS sebagai lawannya dalam perdagangan harus merosot saat adanya ekspektasi pasar yang memproyeksikan Fed menghentikan siklus rutin kenaikan suku bunga AS untuk tahun 2019.  Adanya ekspektasi pasar ini membuat sentimen resiko kembali naik dan lebih memilih pindah ke aset komoditas safe haven yaitu emas, sehingga membuatnya naik terhadap Dolar AS.

Harga emas naik ini terlihat dari emas berjangka yang diperdagangkan pada level harga $ 1.296,55 atau naik dengan besaran sekitar 0,4 persen di Comex. Sebelumnya terungkap dari risalah pertemuan yang dilakukan Fed mengenai kebijakan pada 18-19 Desember tahun lalu. Isi dari risalah tersebut adalah adanya beberapa anggota Fed yang memberikan pendapat untuk lebih sabar dalam menaikkan suku bunga untuk tahun selanjutnya. Sehingga membawa posisi Dolar AS dalam tekanan.

Salah satu faktor yang membuat Fed harus lebih bersabar adalah adanya kekhawatiran volatilitas pasar forex, yang mampu memberikan tekanan sehingga pertumbuhan ekonomi global melambat. Dari berita Fed yang bernada dovish dan juga ketegangan pemerintahan AS membuat harga emas naik kembali. Komoditas safe haven ini selalu menjadi pilihan ketika ekonomi dan politik dunia sedang tidak menentu sehingga membuatnya menguat.

Sementara itu pada Indeks Dolar AS yang berfungsi untuk melacak greenback pada beberapa mata uang utama juga turun sebesar 0,1 persen menuju ke angka 94.718. Sampai saat ini para investor dan pelaku pasar masih menunggu berita pembaruan mengenai pembicaraan dagang AS-China. Terlebih lagi Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa diskusi dengan AS sangat baik dan kedua belah pihak setuju untuk bekerja sama dengan baik

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -