Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data China Gagal Membawa AUDJPY Naik, Dolar Australia Terbebani Masalah Dalam Negeri

Must Read

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar....

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global...

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia melemah lebih panjang sepanjang sesi Asia hari Senin ini (10/8). Mata uang Dolar Australia gagal untuk mengambil nada positif yang datang dari data ekonomi China beberapa saat lalu. Data mengenai inflasi pabrik China mengalami pemulihan menuju ke titik yang lebih baik untuk bulan Juli 2020 ini.

Beberapa saat yang lalu, China merilis data inflasi harga produsen atau IHP untuk bulan Juli 2020. Data itu dilaporkan dengan hasil bangkit menuju ke -2,4% lebih tinggi dari bulan Juni yang berada di -3% dan prediksi awal yang berada di -2,5%. Kemudian data IHK China dilaporkan juga mengalami kenaikan lebih tinggi menuju ke 0,6% dari prediksi awal di 0,4% dan data sebelumnya di -0,1%. Dalam tahunan IHK berada di 2,7% dari sebelumnya di 2,5%.

Sehingga dari rilis data ekonomi ini bisa dikatakan bahwa ekonomi China berusaha bangkit dari titik terendahnya. Karena selama dua bulan ini Juni Juli, data ekonomi terus menampilkan kinerja yang sangat baik. Sayangnya Dolar Australia melemah tidak mengindahkan sama sekali data ekonomi China tersebut.

Ketika dihadapkan melawan Yen Jepang, Dolar Australia tidak mampu menghentikan dominasi turun ke dekat nilai tukar di 75,80. Kemungkinan penyebab mata uang Dolar Australia melemah adalah karena kondisi pandemi virus Corona di Aussie belum ada perbaikan yang signifikan, terutama di Victoria.

Kemudian mata uang AUDJPY juga turun mendapatkan dukungan prediksi ekonomi yang buruk dari RBA pada hari Jumat pekan lalu. Potensi penurunan AUDJPY tampaknya juga masih terbuka lebar. Mengingat saat ini ekuitas global mengalami penurunan karena konflik antara AS dan China yang memanas. Sehingga aset safe haven Yen Jepang tetap menjadi pelarian utama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar. Dalam kemitraan gabungan dengan otoritas...

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global yang akan melemahkan permintaan membayangi...

Dolar AS Menahan Kenaikan Jelang Risalah Fed

Dolar mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli yang dapat memberikan...

Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Seperti Harapan

Bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada hari Rabu dan berjanji untuk terus memperketat kebijakan karena...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -