Thursday, October 1, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data China Gagal Membawa AUDJPY Naik, Dolar Australia Terbebani Masalah Dalam Negeri

Must Read

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu...

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia melemah lebih panjang sepanjang sesi Asia hari Senin ini (10/8). Mata uang Dolar Australia gagal untuk mengambil nada positif yang datang dari data ekonomi China beberapa saat lalu. Data mengenai inflasi pabrik China mengalami pemulihan menuju ke titik yang lebih baik untuk bulan Juli 2020 ini.

Beberapa saat yang lalu, China merilis data inflasi harga produsen atau IHP untuk bulan Juli 2020. Data itu dilaporkan dengan hasil bangkit menuju ke -2,4% lebih tinggi dari bulan Juni yang berada di -3% dan prediksi awal yang berada di -2,5%. Kemudian data IHK China dilaporkan juga mengalami kenaikan lebih tinggi menuju ke 0,6% dari prediksi awal di 0,4% dan data sebelumnya di -0,1%. Dalam tahunan IHK berada di 2,7% dari sebelumnya di 2,5%.

Sehingga dari rilis data ekonomi ini bisa dikatakan bahwa ekonomi China berusaha bangkit dari titik terendahnya. Karena selama dua bulan ini Juni Juli, data ekonomi terus menampilkan kinerja yang sangat baik. Sayangnya Dolar Australia melemah tidak mengindahkan sama sekali data ekonomi China tersebut.

Ketika dihadapkan melawan Yen Jepang, Dolar Australia tidak mampu menghentikan dominasi turun ke dekat nilai tukar di 75,80. Kemungkinan penyebab mata uang Dolar Australia melemah adalah karena kondisi pandemi virus Corona di Aussie belum ada perbaikan yang signifikan, terutama di Victoria.

Kemudian mata uang AUDJPY juga turun mendapatkan dukungan prediksi ekonomi yang buruk dari RBA pada hari Jumat pekan lalu. Potensi penurunan AUDJPY tampaknya juga masih terbuka lebar. Mengingat saat ini ekuitas global mengalami penurunan karena konflik antara AS dan China yang memanas. Sehingga aset safe haven Yen Jepang tetap menjadi pelarian utama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat laju pemulihan permintaan dan melawan...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (30/9). Penguatan Dolar AS membawa...

NZDUSD Turun Setelah Data Caixin China Pesimis Bersama Sikap Hati-hati Debat Calon Presiden AS

Permintaan terhadap mata uang Dolar New Zealand mengalami penurunan saat sesi pertengahan Asia hari Rabu (30/9). Dengan pelemahan ini maka menyebabkan NZDUSD...

AUDJPY Turun Meski Data Ekonomi China Mengesankan Di Tengah Langkah Hati-hati Ketika Debat Calon Presiden AS

Mata uang Dolar Australia melemah saat sesi awal Asia hari Rabu (30/9) dan membawa pasangan AUDJPY untuk turun lebih dalam lagi. Padahal...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -