Thursday, January 27, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data China Optimis, Tekanan Sentimen Resiko Menahan Kenaikan Dolar Australia

Must Read

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada...

Pergerakan pada Dolar Australia hari ini Senin (10/6) terlihat sedang berusaha untuk mencari kekuatan terhadap USD walaupun data mengenai ekspor dari China dilaporkan dengan hasil yang sangat baik. Saat ini pasangan AUDUSD sedang diperdagangkan di sekitar level harga 0,6982 setelah sebelumnya sempat merosot ke kawasan paling rendah dalam sesi dagang kawasan Asia di 0,8979.

Hari ini China merilis data mengenai ekspor yang dilaporkan mengalami kenaikan menuju ke 7,7 dalam skala tahunan selama bulan Mei. Padahal prediksi awal data ini hanya akan naik sebatas di 4,7 persen dengan kekuatan margin yang besar. Selain itu data mengenai impor sebagai salah satu pengukur besaran permintaan dalam negeri mengalami penurunan sebesar 2,5 persen terhadap prediksi sebelumnya yang naik menuju ke 5,8 persen. selama bulan April lalu, impor China mengalami kenaikan sekitar 10,3 persen. Dengan data ini maka tingkat keuntungan perdagangan China mengalami kenaikan ke 279,100 Miliar Yuan dari sebelumnya di 93,57.

Walaupun data China dilaporkan dengan hasil-hasil yang sangat optimis, tapi terlihat Dolar Australia cukup berat untuk menguat terhadap USD. Dengan laporan tingkat ekspor China yang melonjak, menjadi sebuah sinyal bahwa saat ini permintaan pasar global terhadap produk mampu bertahan walaupun dibebani dengan konflik perdagangan yang terus meningkat. Dengan kondisi impor China yang turun menjadi sebuah pertanda bahwa permintaan dalam negeri merosot dengan artian lain bahwa konsumen tidak mampu melawan penurunan perdagangan global dan dapat mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi China dalam waktu dekat.

Perdagangan aset-aset beresiko termasuk Dolar Australia masih beresiko tertekan kembali dan bisa membawa Aussie lebih rendah dari 0,6979 terhadap USD. Dengan bertahannya indeks S&P 500 pada tawaran beli, mungkin masih akan menjada aset beresiko dari penurunan yang tajam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah ketua Federal Reserve AS Jerome...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada kata-kata yang lebih benar yang...

Dolar Sentuh Tertinggi 5-Minggu Pasca Keputusan Kebijakan Fed

Dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada bulan...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 27 Januari 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -