>
Home / berita / Berita Harian Forex / Data Ekonomi Buruk, Dolar Australia Justru Menguat Didukung Politik AS

Data Ekonomi Buruk, Dolar Australia Justru Menguat Didukung Politik AS

Perdagangan mata uang hari ini terlihat Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS ketika diperdagangkan pada sesi dagang kawasan Eropa hari Selasa (12/2). Pasangan mata uang AUDUSD menguat sebesar 0,34 persen dan menuju ke level harga perdagangan 0,7086. Penyebab momentum penguatan Dolar Aussie ini disinyalir karena permintaan pasar yang naik terhadap aset-aset beresiko setelah perbedatan mengenai rencana anggaran AS sudah mencapai titik temu untuk sementara. Selain itu negosiasi dagang AS turut memberikan andil terhadap penguatan hari ini.

Ketika momen Dolar Australia menguat hari ini, laporan data ekonomi Australia justru terlihat cukup mengecewakan. Mengenai anggaran AS, kemarin hari Senin parlemen AS akhirnya memberikan persetujuan terhadap permintaan anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Para pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai awal pecahnya kebuntuan yang selama ini cukup membebani sentimen resiko. Terlebih lagi ancaman terjadinya Goverment Shutdown untuk kedua kalinya di bulan Februari ini juga telah sirna.

Melalui penasehatnya Trump menyatakan mau bertemu dengan Jinping Presiden China walaupun belum jatuh deadline kesepakatan dagang. Peristiwa ini juga melatarbelakangi Dolar Australia menguat walaupun data ekonomi dalam negeri mereka cukup negatif. Tadi pagi beberapa rilis data ekonomi Australia dilaporan buruk seperti data ome Loans yang jatuh mencapai 6,1 persen Month-over-Month untuk bulan Desember. Walaupun begitu pasar tidak begitu memperdulikan data-data tersebut.

Menurut pakar startegi forex John Hardy kondisi pasar saat ini cukup menarik. Terlihat bagaimana tambang-tambang besar di Australia dilaporkan mengalami kenaikan tipis, lalu riset Royal Commission yang juga tidak diperhatikan sama sekali oleh para pelaku pasar. Tapi perlu diperhatikan ungkapan dari RBA bahwa ada kemungkinan nilai suku bunga diturunkan jika kondisi ekonomi terus melemah.

About Wida Yodik

Check Also

Poundsterling Inggris

Terhibur Penjualan Ritel Inggris, Poundsterling Inggris Masih Beresiko Melemah Lebih Lanjut

Perdagangan di hari Kamis ini (18/4) pasangan Poundsterling Inggris terhadap USD terlihat mampu mengalami pemulihan …