Monday, August 8, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data Inflasi China Mengecewakan, NZDUSD Turun Menunggu Pertemuan The Fed

Must Read

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen,...

Pergerakan pasangan mata uang NZDUSD hari ini mengalami penurunan menuju ke nilai tukar 0,6510 saat sesi Asia di hari Rabu (10/6). Permintaan mata uang Dolar New Zealand mengalami pelemahan setelah data inflasi China dilaporkan lebih rendah dari apa yang diprediksi sebelumnya. Padahal sebelumnya pasangan sempat mencatatkan level yang lebih tinggi menuju ke puncak terbaru dalam harian di sekitar 0,6519 tapi tidak mampu bertahan lama.

Beberapa saat yang lalu, China merilis data mengenai indeks harga konsumen dengan hasil yang lebih rendah dari apa yang diharapkan sebelumnya. Data aktual berada di 2,4% lebih rendah dari harapan sebelumnya yang berada di 2,7% dalam hitungan tahunan. 

Sementara itu data mengenai indeks harga produsen dilaporkan melanjutkan momentum penurunan menuju ke level rendah -3,7% lebih buruk dari harapan awal di -3,3% dalam tahunan dan -0,8% dalam bulanan.

China adalah pelanggan utama New Zealand dalam perdagangan internasional. Sehingga dengan laporan data yang mengecewakan itu telah berdampak pada NZDUSD hari ini. Tapi tampaknya penurunan pasangan tidak akan terjadi lebih dalam. Mengingat saat ini para investor sedang memilih menunggu acara utama yaitu pertemuan kebijakan moneter dari The Fed pada pekan ini.

Permintaan NZDUSD hari ini juga masih dibebani oleh hubungan dua raksasa ekonomi yaitu AS dan China yang belum surut. Bahkan Menlu AS, Pompeo menuduh China telah memaksa Inggris untuk membuka pintu untuk Huawei dalam proyek 5G.

Bersamaan dengan penurunan permintaan mata uang Dolar New Zealand baru-baru ini, tolak ukur risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga turut menurun ke 0,83%. Sementara itu saham Asia sepert Nikkei Jepang juga dalam bias negatif. Selanjutnya investor akan sangat mengawasi pertemuan Fed.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen, setelah laporan penggajian AS yang...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -