Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data ISM Mengecewakan, Dolar AS Semakin Terpuruk Terhadap Yen

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Pergerakan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak masih stagnan saat pembukaan sesi Asia hari Rabu (4/9). Sebelumnya pasangan ini telah mengalami penurunan menuju ke level harga 105,74 berangkat dari titik lebih tinggi di level harga 106,30. Lemahnya permintaan terhadap USD disebabkan oleh rilis data mengenai ISM AS yang cukup mengecewakan.

Untuk saat ini pasangan USDJPY sedang diperdagangkan di sekitar level harga 105,88 atau mewakili penurunan sebesar -0,04 persen, setelah naik turun di 105,82 dan juga 105,98. Data yang membuat permintaan Dolar AS merosot disampaikan dengan hasil 49,1 selama bulan Agustus. Padahal rilis data ISM AS sebelumnya berada di 51,2. Data ini otomatis juga merupakan penyampaian paling rendah di bawah 50 sejak bulan Agustus 2016 lalu.

Data ISM AS yang mengecewakan Dolar AS tersebut akan menambah alasan bagi Presiden Trump untuk terus memberikan tekanan kepada bank sentral AS. Beberapa kali Trump juga mengkritik kinerja Fed bahwa mereka perlu memangkas kembali suku bunga dengan agresif untuk mendorong ekonomi domestik. ISM AS yang mengecewakan akan semakin mengkonfirmasi permintaan Trump tersebut.

Sementara itu tolak ukur sentimen risiko yang berada di imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 2 tahunan mengalami penurunan menuju ke 1,43 persen. Level ini merupakan hasil paling rendah sejak dua tahun terakhir dan untuk tenor 10 tahun turun dari 1,51 persen menuju ke 1,43 persen yang menjadi titik rendah tiga tahun terakhir. Penurunan imbal hasil ini terjadi ketika kekhawatiran resesi ekonomi AS sedang melanda.

Pejabat Fed juga memberikan komentar beragam mengenai proyeksi ekonomi AS. Rosengren memberikan pandangan bahwa ekonomi AS saat ini cukup baik dan tidak akan ada resesi walaupun terjadi inversi pada kurva imbal hasil.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -