Wednesday, December 1, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data Jerman Negatif Mengindikasi Pelemahan Ekonomi Eropa, Euro Mengalami Pelemahan

Must Read

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya,...

Mata uang Euro mengalami pelemahan sampai menuju ke level harga 1.1432 pada pasangannya dengan DOllar AS. Pelemahan pasangan EURUSD ini terjadi pada awal memasuki sesi perdagagan kawasan Eropa hari Selasa (8/1). Penyebabnya diduga karena adanya tingkat penurunan yang tidak disangka oleh pasar pada rilis data sektor industri Jerman. Tapi pada saat data Jerman tersebut dirilis, EURUSD sudah mampu naik mencapai level harga perdagangan pada 1.1464.

Saat ini pasangan mata uang yang bersilangan dengan Dollar AS termasuk EURUSD sedang menanti pidato yang akan dilakukan oleh Trum. Sebelum pidato ini dilakukan, kekhawatiran pasar sudah mulai menuncak dan menimbulkan banyak kontorversi di dalam perdagangan. Jerman menunjukkan penurunan berturut-turut dalam tiga bulan terakhir mengenai data output industri. Dari data ini mulai mengindikasikan adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi untuk kawasan Eropa sehingga Euro mengalami pelemahan. Beberapa analis berpendapat data Jerman ini sangat dipengaruhi oleh konflik dagang AS-China.

Dampak dari data-data yang dirilis negatif membuat ECB berfikir ulang dan menghalangi rencana untuk melakukan pengetatan moneter Eropa. Kemungkinan dengan adanya indikasi pelemahan perekonomian, pengetatan kebijakan akan ditunda oleh EBC. Momen Euro mengalami pelemahan ini membuat Dollar AS lega karena terdongkrak ditengah tumbangnya karena efek perkiraan kenaikan suku bunga tahun 2019 tapi mungkin juga tidak bertahan begitu lama.

Saat ini konsentrasi pasar sedang berfokus pada pidato Trump yang akan dilakukan pada saat perdagangans sesi New York. Pidato ini akan membahas masalah polemik yang sebelumnya terjadi di dalam pemerintah AS mengenai anggaran yang menyebabkan terjadinya Goverment Shutdown. Trump sampai saat ini tetap pada pendiriannya dan bersilangan dengan Parlemen AS mengenai anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Dampaknya bisa mendorong pelemahan Dollar AS lebih kuat lagi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama akan menghentikan rencana untuk...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, karena kekhawatiran bahwa varian baru...

Kelly Strategic Management Mengajukan ETF Ethereum Futures

Perusahaan investasi yang berbasis di Denver, Kelly Strategic Management telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur ke kontrak...

Minyak Coba Memulihkan Beberapa Kerugian Karena Omicron

Pasar minyak memulihkan beberapa kerugian mengejutkan pekan lalu yang dipicu oleh kepanikan atas varian Omicron dari Covid setelah beberapa mengatakan bahwa jenisnya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -