Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Data Penjualan yang Kuat Mendukung Pound Bergerak Lebih Tinggi

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Pound naik tipis pada hari Jumat (15/2) karena data penjualan ritel Inggris yang kuat mengangkat sentimen. Meskipun investor mempertimbangkan konsekuensi dari kekalahan suara Brexit di parlemen oleh Perdana Menteri Theresa May.

Pada basis mingguan, mata uang Inggris ditetapkan untuk penurunan ketiga secara berturut-turut. Karena analis mengatakan kekalahan terbaru, meskipun pada pemungutan suara simbolis, menunjukkan bahwa May tidak mendapat dukungan dari anggota parlemennya.

Dengan kurang dari enam minggu sebelum benar-benar keluar pada tanggal 29 Maret, May telah meningkatkan upaya untuk meyakinkan Uni Eropa untuk memberikan konsesinya.

“’Brexit can-kicking’ yang konstan juga meningkatkan risiko keluar secara tidak teratur,” kata ahli strategi di BNP Paribas dalam catatan harian.

May telah berjanji bahwa jika parlemen belum menyetujui kesepakatan pada 26 Februari, dia akan membuat pernyataan yang memperbarui pembuat undang-undang tentang kemajuannya pada hari itu. Dan anggota parlemen akan memiliki kesempatan pada tanggal 27 Februari untuk berdebat dan memberikan suaranya di kesempatan mendatang.

Namun, pound ditetapkan untuk mengakhiri minggu dengan catatan ceria karena data menunjukkan penjualan ritel Inggris rebound kuat pada bulan Januari. Menghilangkan beberapa kesuraman atas ekonomi.

Pound bertahan dekat level tertinggi pada tertinggi hari ini, naik 0,2 persen pada $ 1,2822 sebelum perilisan data tersebut.

Turunnya ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga dari Bank of England tahun ini juga membebani pound. Pasar swap menunjukkan probabilitas 28 persen mengenai kenaikan suku bunga dibandingkan dengan sepertiganya pada awal pekan ini.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -