>
Home / berita / Berita Harian Forex / Data PMI China Positif, Yuan dan Aussie Menguat Karena Optimisme Pasar

Data PMI China Positif, Yuan dan Aussie Menguat Karena Optimisme Pasar

Perdagangan mata uang hari ini terlihat penguatan cukup besar setelah rilis data PMI China dengan laporan yang sangat positif dan melebihi ekspektasi pasar. Pergerakan mata uang akibat berita ini terlihat pada pasangan USDCNY anjlok menuju ke level harga paling rendah sejak 16 Juli lalu. Terlebih lagi kondisi pasangan mata uang ini didukung oleh rilis laporan mengenai kebijakan dari Fed hari Kamis ini. Saat ini ketika di perdagangkan sesi kawasan Eropa, USDCNY turun 0,15 persen berada di level harga 6.7010.

Selain berdampak langsung kepada Yuan China, rilis data PMI China juga berdampak pada mata uang proxy utama China dalam pasar uang yaitu Dolar Australia yang juga menguat. Pada pasangan AUDUSD terliha naik sebesar 0,24 persen berada di level harga 0.7265. Selain dari berita ekonomi China, juga didukung oleh sikap optimis pasar.

Laporan mengenai data PMI China diungkapkan oleh China Logistics Informastion Center dengan pada sektor manufaktur naik 0.1 untuk bulan Januari. Sebenarnya angkat tersebut masih berada dibawah 50 dan menjadi sebuah tanda tekanan ekonomi China masih berlangsung. Tapi dengan kenaikan 0,1 dan berada di angka 49,5 pasar melihat sebuah optimisme untuk perekonomian China di masa depan. Sebelumnya pasar memprediksi PMI akan turun di angka 49,3 tapi justru naik yang mengindikasikan perbaikan ekonomi China. Sementara itu untuk PMI non-manufaktur naik menjadi 54,7 untuk Januari.

Data ekonomi China yang sangat positif ini membawah Yuan dan Dolar Australia menguat terhadap beberapa lawannya. Didukung dengan laporan Fed semalam yang bernada dovish sehingga Dolar AS melemah. Saat ini pasar juga terus melakukan pemantauan terhadap negosiasi dagang AS-China yang sedang berlangsung mulai Rabu lalu di Washington.

About Wida Yodik

Check Also

Wakil Ketua The Fed: Bank Sentral Tidak Harus Menunda Pemotongan Suku Bunga

Wakil Ketua the Fed, Richard Clarida, mengatakan bahwa para pembuat kebijakan tidak harus menunggu sampai …