Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Bearish Membawa USDJPY Turun Lebih Panjang Menuju Ke Lembah Dalam Sepekan

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Pasangan mata uang USDJPY mengalami penurunan lebih panjang dan kembali mengunjungi level harga di bawah 108,00 saat sesi Eropa berlangsung hari Senin ini (13/4). Dolar AS bearish membawa pasangan turun lebih dalam menuju ke level paling rendah dalam sepekan terakhir. 

Penurunan ini sebelumnya dibangun dari level harga 109,40 dan terus menerima aksi lanjutan hari Senin ini. Penurunan terus berlanjut selama tiga sesi tanpa henti dan menandai penurunan lima hari terakhir.

Dolar AS bearish setelah bank sentral AS mengumumkan langkah stimulus tambahannya. The Fed mengumumkan memberikan pinjaman lunak bagi UKM di AS yang memiliki nilai sampai $2,3 Triliun. Langkah itu diambil agar bisa menyelamatkan ekonomi AS dari ancaman perlambatan yang suram dan mendukung inflasi konsumen yang rendah.

Di tengah Dolar AS bearish, Yen Jepang justru menerima penawaran beli karena sifatnya sebagai safe haven. Kenaikan permintaan terjadi karena para investor khawatir dengan naiknya kasus virus Corona di China. Ada penambahan kasus sampai 108 dengan 98 berasal dari luar kawasan China. Dikhawatirkan ada gelombang kedua serangan pandemi virus Corona di China.

Penurunan pasangan juga terjadi karena nada risk off yang menyebabkan pasar ekuitas global mengalami kemunduran. Aksi penjualan karena teknis tampak juga akan menambah penurunan USDJPY di tengah volume perdagangan yang tipis karena Hari Paskah.

Rata-rata pasar kawasan Asia dan Eropa hari ini tutup karena memperingati Hari Paskah. Namun sentimen risiko tampak terus menggerakkan pasar walaupun dengan volume yang sangat tipis. Fokus para pedagang selanjutnya akan terus tertuju ke berita terbaru terkait pandemi virus Corona. Apalagi saat ini  AS melaporkan kasus positif virus Corona mencapai angka di atas 550.000 dengan 22.000 kematian.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -