Monday, July 4, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Bearish Tiga Hari Tanpa Jeda, Tapi Penurunan Lebih Dalam Akan Terbatas

Must Read

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak...

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan...

Mata uang Dolar AS bearish selama kurun waktu tiga hari terakhir tanpa ada jeda sama sekali. Saat ini indeks Dxy atau Dolar AS sebagai pengukur kekuatan greenback vs mata yang utama global turun menuju ke 92,97. Level yang dicapai saat ini menjadi yang paling rendah sejak terakhir kali terlihat di 21 September kemarin.

Bahkan pada hari Selasa kemarin, Dolar AS bearish cukup mengecewakan sampai kehilangan 0,40%. Ada banyak sekali katalis yang membuat Dolar AS menjadi terbebani untuk menguat. Katalis tersebut seperti pembicaraan dana stimulus ekonomi AS, vaksin virus Corona dan pemilihan Presiden AS. Nada positif yang sempat terlihat membuat permintaan Dolar AS melemah karena aset berisiko seperti saham AS mengalami kenaikan.

Kontrak berjangka S&P 500 mampu mencatatkan kenaikan yang sangat mengesankan ketika risk on sedang berlaku. S&P 500 naik sampai 0,34% dan memaksa Dolar AS terus dalam posisi bertahan lebih lama lagi.

Tapi untungnya Dolar AS bearish lebih dalam akan sulit untuk bisa terjadi. Mengingat pembaruan positif dari stimulus fiskal AS itu memberikan dampak yang positif bagi imbal hasil obligasi Treasury AS. Saat ini imbal hasil dalam tenor 10 tahun naik sampai ke 0,80% dan menjadi puncak tertinggi sejak terakhir kalinya pada 10 Juni lalu. Kenaikan yield Treasury akan membantu Dolar AS untuk menguat lagi.

Mata uang Dolar AS juga berpeluang mampu lebih unggul melawan beberapa mata uang utama global lain seperti Euro dan juga Dolar Australia. Karena kedua negara pemegang mata uang tersebut sedang terancam akan menerima pelonggaran moneter kembali. Nada dovish yang disampaikan RBA kemarin memberikan sinyal akan ada pemangkasan suku bunga bulan November. Lalu kondisi pandmei di Eropa yang suram juga bisa memaksa ECB untuk bertindak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak di negara tersebut.

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan untuk laporan gaji Juni minggu...

Tether Terus Kurangi Kertas Komersial dalam Pengurangan Tajam Sejak Maret

Tether mengurangi kepemilikan kertas komersialnya sesuai dengan rencana, perusahaan stablecoin melaporkan Jumat. Ini telah mencapai jumlah target $8,4 miliar...

Emas Melonjak Karena Indikator Inflasi Fed Menunjukkan Tanda Mereda

Emas naik dan menghapus semua kerugian di pagi hari setelah indeks harga PCE inti tahunan AS berada di 4,7% di bulan Mei...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -