Saturday, December 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Bearish Tiga Hari Tanpa Jeda, Tapi Penurunan Lebih Dalam Akan Terbatas

Must Read

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor.

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan...

Mata uang Dolar AS bearish selama kurun waktu tiga hari terakhir tanpa ada jeda sama sekali. Saat ini indeks Dxy atau Dolar AS sebagai pengukur kekuatan greenback vs mata yang utama global turun menuju ke 92,97. Level yang dicapai saat ini menjadi yang paling rendah sejak terakhir kali terlihat di 21 September kemarin.

Bahkan pada hari Selasa kemarin, Dolar AS bearish cukup mengecewakan sampai kehilangan 0,40%. Ada banyak sekali katalis yang membuat Dolar AS menjadi terbebani untuk menguat. Katalis tersebut seperti pembicaraan dana stimulus ekonomi AS, vaksin virus Corona dan pemilihan Presiden AS. Nada positif yang sempat terlihat membuat permintaan Dolar AS melemah karena aset berisiko seperti saham AS mengalami kenaikan.

Kontrak berjangka S&P 500 mampu mencatatkan kenaikan yang sangat mengesankan ketika risk on sedang berlaku. S&P 500 naik sampai 0,34% dan memaksa Dolar AS terus dalam posisi bertahan lebih lama lagi.

Tapi untungnya Dolar AS bearish lebih dalam akan sulit untuk bisa terjadi. Mengingat pembaruan positif dari stimulus fiskal AS itu memberikan dampak yang positif bagi imbal hasil obligasi Treasury AS. Saat ini imbal hasil dalam tenor 10 tahun naik sampai ke 0,80% dan menjadi puncak tertinggi sejak terakhir kalinya pada 10 Juni lalu. Kenaikan yield Treasury akan membantu Dolar AS untuk menguat lagi.

Mata uang Dolar AS juga berpeluang mampu lebih unggul melawan beberapa mata uang utama global lain seperti Euro dan juga Dolar Australia. Karena kedua negara pemegang mata uang tersebut sedang terancam akan menerima pelonggaran moneter kembali. Nada dovish yang disampaikan RBA kemarin memberikan sinyal akan ada pemangkasan suku bunga bulan November. Lalu kondisi pandmei di Eropa yang suram juga bisa memaksa ECB untuk bertindak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor. Menurut Wall...

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan data dalam negeri yang dilaporkan...

GBPUSD Naik Tinggi Mengabaikan Kekhawatiran Brexit Karena Optimisme Global Menguasai

Pasangan mata uang GBPUSD naik lebih tinggi dan sepertinya berusaha kembali mencetak level yang lebih tinggi lagi. Poundsterling Inggris akan memulihkan diri...

EURUSD Bullish Ketika Ekonomi Eropa Pulih dan Memanfaatkan Pelemahan Dolar AS

Pergerakan mata uang Euro bullish sangat tinggi ketika berhadapan melawan Dolar AS. Saat menjelang pembukaan pasar Eropa di hari Kamis ini (3/12)...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -